oleh

JBMI akan Usulkan Ditetapkannya Tokoh Batak Muslim sebagai Pahlawan Nasional Indonesia  

-Nasional-73 views

POSKOTA.CO-Dewan  Pimpinan  Pusat Jam’iyah Batak  Muslim Indonesia (JBMI) berencana untuk mengusulkan Pahlawan Nasional yang berasal dari kalangan tokoh Batak Muslim. Tokoh yang dinilai pantas untuk diajukan tersebut diantaranya Tuan Syekh Ibrahim Sitompul.

“Dimasa penjajahan kolonial Tuan Syekh Ibrahim Sitompul sangat  gigih berjuang melawan intimidasi Pemerintah Hindia Belanda. Selain itu beliau juga aktif  membangun demokrasi selaku Presiden Serikat Islam yang didasari Dalihan Na Tolu di Residen Tapanuli,” kata Ketua Umum JBMI H. Albiner Sitompul di sela-sela Fokus Group Diskusi (FGD) dengan tema “Menuju Peradaban Demokrasi Indonesia” di Jakarta, Senin (19/10/2020).

Menurut Albiner, DPP JBMI telah mengajukan Tuan Syekh Ibrahim Sitompul menjadi Pahlawan Kemerdekaan Republik Indonesia secara berjenjang ke Bupati Tapanuli Utara, tempat daerah   perjuangan  Tuan  Syekh   Ibrahim   Sitompul. “Pada saat JBMI bertemu Presiden Jokowi beliau juga ikut mendukung langkah yang kami ambil,” tambah Albiner.

Ketua Umum Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) H. Albiner Sitompul

Menyangkut gigihnya perjuangan Tuan Syekh Ibrahim Sitompul ini banyak diriwayatkan   dalam   Buku Perjalanan Sufi Tanah Batak dalam Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan Pemerintah Hindia Belanda melarang beliau untuk ikut dalam pemilihan Kepala Nagari.

Selain memperjuangkan tokoh Batak Muslim untuk menjadi pahlawan nasional, JBMI juga akan mengusulkan    Ibu     Dr.(H.C.) Hj. Dyah   Permata     Megawati     Setyawati Soekarnoputri sebagai Ibu Demokrasi Indonesia. Pasalnya beliau dinilai sebagai tokoh yang memperjuangkan demokrasi yang taat aturan serta anti kekerasan.

“Demokrasi yang diperjuangkan Tuan Syekh Ibrahim Sitompul dimasa Pemerintahan Hindia Belanda harus berlanjut. DPP JBMI menilai Sosok  Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai tokoh yang cocok sebagai pejuang demokrasi tersebut,” tambah Albiner.

Menurut dia, Megawati  memang  bukan Batak Muslim, namun perjuangan Tuan Syekh Ibrahim Sitompul melawan intimidasi dan membangun demokrasi masa Pemerintah Hindia Belanda mirip dengan perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri melawan tekanan dimasa Pemerintahan Orde Baru.

Ketika Megawati menjadi Presiden RI kelima  demokrasi  di  Indonesia semakin baik. Dimasa pemerintahannya, pemilihan umum presiden secara langsung mulai dilaksanakan yang merupakan salah satu bukti keberhasilan proses demokratisasi tersebut.

Fokus Group Diskusi yang digelar DPP JBMI menghadirkan   Pembicara   dari Universitas Airlangga Surabaya Dr. Hariyadi, MA serta  Dr. Muryanto Amin, M.Si dari Universitas Negeri Sumatera Utara. Sedangkan menyangkut pengajuan Tuan Syekh Ibrahim Sitompul sebagai pahlawan nasional akan diajukan ke Kementerian Sosial RI dalam rangka menyambut Hari Pahlawan 10 November 2020. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *