POSKOTA.CO-Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengungkapkan, anak stunting banyak memiliki sisi negatif dalam meniti masa depannya. Oleh karena itu dengan berbagai upaya kondisi ini harus dicegah.
“Anak stunting pertumbuhannya akan terhambat sehingga bertubuh pendek, memiliki kecerdasan dibawah rata-rata, serta setelah dewasa rawan terserang penyakit kronis seperti jantung, ginjal dan sebgainya,” kata Hasto dalam acara Ngobrol Bareng Kepala BKKBN bersama Jurnalis.
Oleh karena itu stunting sebaiknya dicegah sejak pasangan merencanakan kehidupan berkeluarga. Sebab sejak janin mulai terbentuk disitulah banyak ditentukan bagaimana pertumbuhan dan perkembangan seorang anak selanjutnya.
Hasto menyarankan ketika seorang pria dan wanita merencanakan pernikahan maka pada saat itu keduanya sudah harus menjaga kondisi kesehatannya. Pasalnya, jika kondisi kesehatan pasangan tersebut kurang bagus maka akan berpengaruh pada keturunan yang dihasilkan.
“Biasanya pasangan muda hanya sibuk menyiapkan pre wedding yang menghabiskan dana hingga puluhan juta rupiah. Sementara untuk menjaga kesehatan yang biayanya hanya puluhan ribu rupiah kurang mereka perhatikan,” tambahnya.
Sedangkan terhadap pasangan yang telah menikah dan terlanjur melahirkan mereka dimina tetap harus memperhatikan apakah bayinya memiliki potensi akan mengalami stunting. Jika ada tanda tanda harus segera diambil langkah pencegahan.
Menurutnya, sampai usia dibawah 2 tahun upaya mencegah terjadinya stunting masih dapat dilakukan. Misalnya dengan selalu memperhatikan asupan gizi yang baik kepada sang bayi.
“Gisi yang baik tidak selalu berasal dari bahan pangan yang mahal. Banyak bahan pangan yang harganya terjangkau tetapi memiliki nilai gizi yang baik seperti ikan kembung dan lele yang banyak mengandung Omega 3,” ujarnya.
Hasto agak khawatir dengan terjadinya pandemi yang membuat kunjungan ibu hamil ke fasilitas kesehatan berkurang. Oleh karena itu pihaknya akan lebih menggiatkan kunjungan kader-kader kesehatan kepada para pasangan usia subur.
Diakuinya saat ini pemerintah benar-benar serius dalam menurunkan angka stunting. Sebab hal ini akan menentukan kemajuan suatu bangsa. “Jika angka stunting tinggi maka kualitas rata-rata penduduk akan menurun yang dampaknya akan menghambat kemajuan bangsa,” (*/fs)







Komentar