oleh

Danpuspomad: Status Prada MI Tersangka, Hasil Lab Negatif Narkoba

-Nasional-60 views

POSKOTA.CO – Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen TNI Dodik Widjanarko menyampaikan perkembangan terbaru hasil penyidikan kasus penyerangan terhadap Polsek Ciracas, Jakarta Timur, yang terjadi akhir Agustus 2020 lalu.

Prada MI, salah seorang tersangka kasus dugaan penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur dipastikan negatif narkoba.
Kepastian itu didapatkan setelah penyidik mendapatkan hasil sampel Prada MI dari laboratorium BNN Lido, Bogor, Jawa Barat.
“Hasil tes laboratorium dengan sampel urine, darah, dan rambut oleh Laboratorium Forensik BNN Lido menyebutkan hasilnya negatif,” ujar Letjen TNI Dodik Widjonarko dalam jumpa pers di Markas Puspomad, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Dodik mengatakan, penyidik Puspomad telah menetapkan Prada MI sebagai tersangka kasus dugaan penyerangan Polsek Ciracas.
“Terhadap Prada MI, pada Jumat (4/9) telah selesai menjalani perawatan di RS Ridwan Maudireksa, selanjutnya diserahkan ke penyidik Pomdam Jaya.

“Usai Prada MI selesai menjalani Perawatan di RS Ridwan Maudireksa dan setelah itu dilakukan pemeriksaan secara maraton oleh penyidik, maka pada tanggal 4 September 2020 statusnya ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Dodik.

Penyerangan dan pembakaran Mapolsek Ciracas sendiri berawal dari kabar bohong (hoaks) Prada MI kepada rekan-rekannya. Prada MI mengaku dikeroyok oleh warga sipil.

Letjen Dodik mengungkapkan alasan Prada Muhammad Ilham berbohong kepada rekan-rekannya mengenai kecelakaan yang menimpa dirinya dan berujung pada perusakan Polsek Ciracas. Prada Ilham takut ketahuan minum minuman keras sebelum terjadi kecelakaan.

“Ada perasaan takut kepada satuan apabila diketahui sebelum kecelakaan lalin tunggal yang bersangkutan minum minuman keras jenis anggur merah merek Gold,” tegasnya.

Hal tersebut dikuatkan oleh keterangan sejumlah saksi yang ikut minum anggur bersama Prada Ilham. Dodik menyebut Prada Ilham hanya minum sebanyak dua gelas.

Selain itu, Prada Ilham merasa malu kepada pimpinannya terkait kecelakaan yang dialaminya karena pengaruh alkohol. Prada Ilham juga merasa bersalah karena motor pimpinannya yang ia gunakan rusak.

“Takut merasa bersalah karena akibat kejadian tersebut sepeda motor jenis Honda Blade warna hitam nopol B-3580-TZH yang dipinjamkan oleh pimpinannya mengalami rusak, serta takut diproses hukum karena saat mengendarai sepeda motor tidak memiliki SIM C dan tidak membawa STNK,” lanjutnya.

Lebih lanjut Dodik menjelaskan, bahwa dalam kasus ini Prada MI bisa dikenakan pasal 14 ayat 1 jo ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1948 tentang peraturan hukum pidana yang berbunyi, pertama, barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitaan bohong sengaja menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat dihukum dengan penjara dengan maksimal dengan 10 tahun.

Kedua, barang siapa menyiarkan suatu berita mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat sedangkan ia patut menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong dihukum penjara setinggi-tingginya tiga tahun.
“Selanjutnya, dengan sudah ditetapkan sebagai tersangka, maka saat ini Prada MI telah dilakukan penahanan di Denpom Jaya Cijantung Kodam Jaya,” tutupnya. (Rihadin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *