oleh

Dampak Pandemi Covid-19, Seleksi Peraih Penghargaan Inovasi Bidang Kesehatan 2020 secara Virtual

-Nasional-48 views

 POSKOTA.CO-Setelah melalui proses penjurian ketat, Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) akhirnya menetapkan peraih penghargaan Indonesia Healthcare Innovation Awards IV (IHIA IV) tahun 2020. Seleksi babak penjurian IHIA-IV telah diselenggarakan secara virtual pada tgl 23 – 27 November 2020 dengan para juri yang berasal dari perwakilan 18 institusi/organisasi termasuk didalamnya Kemenkes RI, Kemenristek/BRIN, dan LIPI.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian dari “56 Hours of Scientific Meeting and Exhibition: Smart Strategy and Innovation Management During and After COVID-19 Erayang diselenggarakan IndoHCF dan idsMED Learning Academy (iLA) bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI, sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke-56,” kata Ketua Umum IndoHCF, Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS.

Menurut Supriyantoro, IndoHCF sebagai Corporate Social Responsibilty (CSR) PT IDS Medical Systems Indonesia (idsMED Indonesia), pertama kali menyelenggarakan ajang tahunan yang bergengsi ini pada tahun 2017. Acara ini merupakan bentuk apresiasi kepada instansi/pemda, individu/kelompok perorangan, akademisi dan berbagai pihak lainnya yang telah berhasil melakukan inovasi dalam upaya mendukung program kesehatan nasional serta meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Indonesia Healthcare Innovation Awards IV-2020 (IHIA IV-2020) memberikan penghargaan dalam lima kategori inovasi yaitu: Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Alat Kesehatan, dan Informasi fan Teknologi Bidang Kesehatan.

Untuk Kategori Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), peraih Platinum Award ialah Emergency Button Sollution In My Hand, RSUD Dr Iskak Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Peraih Gold Award adalah PSC 119 Sregep Mapan Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Dan peraih Silver Awards adalah Jakarta Emergency Medical Service (JEMS), AGD Dinas Kesehatan, Provinsi DKI Jakarta.

Sedangkan untuk kategori Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), peraih Platinum Award adalah Kampung Germas Boyolali, Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Peraih Gold Award, Kampung Siaga Candi Hebat Dinas Kesehatan Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Dan peraih Silver Award Iva Tante Cerdas, Puskesmas Berbek, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur.

Adapun pemenang pada kategori Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yaitu peraih Platinum Award adalah Jak 5 Induksi dari Satpel Dukcapil Kel Kali Anyar Puskesmas Kel Kali Anyar Kota Administrasi Jakarta Barat, Provinsi Dki Jakarta. Peraih Gold Award, Gepuk Pepes (Gerakan Peduli Kesehatan Pekerja Perempuan) dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Dan peraih Silver Award adalah Ojo Stunting dari Puskesmas Berbek, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur.

Dan pemenang kategori Information And Communication Technology (ICT) Bidang Kesehatan masing-masing peraih Platinum Award adalah Lawan Covid-19 Harus Strong oleh Dr Mochamad Abdul Hakam, Sp.Pd Dinas Kesehatan – Kota Semarang, Jawa Tengah. Peraih Gold Award adalah Maternal Perinatal Death Notification oleh PP POGI (Perkumpulan Obsteri Dan Ginekologi Indonesia) Kota Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi Dki Jakarta. Dan, peraih Silver Award adalah Bilinorm, Web Based Application Untuk Tatalaksana Bayi Kuning oleh Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Rsud Dr Soetomo Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Kemudian selain pemenang per kategori ada juga pemenang Inovasi Favorit yang dipilih melalui media social pemenangnya adalah Inovasi ICT – e-KASIH (Komunikasi Ayah Siaga dan Ibu Hamil) – RSUD JAGAKARSA.

IndoHCF juga memberikan penghargaan kepada awak media dengan kategori artikel terbaik yang jatuh kepada Inung M. Kurniawati dari media online Menara62 dan Nuriwan Trihendrawan dari Sindonews.com.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam sambutannya berharap melalui ajang IHIA IV – 2020 dapat terjalin kolaborasi yang sinergis antara peneliti dan akademisi dengan industri serta pemerintah sehingga dapat terwujud pengembangan industri alkes dalam negeri berbasis riset serta hilirisasi hasil penelitian dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan produk kesehatan dalam negeri yang berdaya saing untuk tercapainya kemandirian alat kesehatan.

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, pandemi Covid-19 dapat menjadi titik tolak bagi inovator-inovator Indonesia untuk membangun industri alat kesehatan dan obat yang selama ini masih banyak bergantung pada impor.

“Saya berharap kolaborasi kegiatan riset dan inovasi yang telah dan akan dilakukan dapat membuat masyarakat kembali optimis dan positif bahwa Indonesia dapat segera melewati masa pandemi ini,” ujarnya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *