oleh

‘Digenjot’ Sopir Taksi Online

Di zaman yang serba ‘online’ ini, mencari teman selingkuh nyatanya menjadi sangat mudah. Berbagai aplikasi pertemanan ( yang ujung-ujungnya perselingkuhan) di dunia maya pun mudah kita dapat. Jadi ketika seseorang kepengen selingkuh, tinggal mainkan jari di layar telepon genggam, selanjutnya tinggal cari lelaki atau perempuan yang ingin diajak selingkuh .

Namun begitu, cara-cara mencari teman selingkuh seperti itu rupanya tidak dipilih Intan, ibu muda yang telah punya satu anak ini. Wanita berusia 25 warga Tanjung Pinang itu, lebih memilih driver online, karena lebih instan, lebih mudah.

Caranya? Yang tinggal buka pesan ke driver online untuk misalnya berpura-pura minta diantar ke satu tempat. Sistem kemudian memproses pesanan tersebut, lantas tampillah si driver online dan mobilnya di layar HP pemesan. Jika driver yang muncul tidak sesuai selera, misalnya sudah ‘tuwir’ atau tidak tampan, dicari lagi hingga yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan.

Intan pun demikian adanya. Begitu dapat driver online yang dia punya selera, langsunglah dia pesan. Driver online yang kebetulan ‘nyangkut’ di pesanan Intan, selain muda, juga tampan. Maklumlah, tujuan Intan memesan transportasi online memang bukan buat kepentingan minta diantar, tapi karena hal lain. Tau sendirilah, gak perlu dijabari panjang lebar.

Di dalam mobil, Intan leluasa berkomunikasi dengan sang driver, termasuk komunikasi yang menjurus ke urusan kebutuhan bawah perut. Maka kemudian, Intan yang sebelumnya minta diantar ke mall, malah minta dibelokkan ke hotel.

Nah pas mereka masuk hotel itulah seseorang yang teman akrab Irwan, suami Intan memergokinya dan langsung melapor ke Irwan .

Ketika kemudian sang driver online mengantar Intan pulang , Irwan sang suami sudah mencegat di depan rumah. Di situ juga sudah ada teman Irwan yang memergoki mereka . Diinterogasi oleh suami dan saksi mata, Intan dan sang driver online mengakui perbuatannya. Dan yang bikin sang suami kaget, terungkap kalau mereka sudah dua bulan berpacaran dan sudah sering ‘ajeb-ajeb’.

Kasus pun dilaporkan ke aparat penegak hukum sampai kemudian disidangkan dan keduanya oleh Pengadilan Negeri Tanjung Karang dijatuhi hukuman masing-masing tiga bulan.

Gara-gara burung ‘ tegak sembaranga’ jadi berurusan deh dengan penegak hukum. (agus suzana)

 

 217 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *