oleh

Wilayah Jakpus Semrawut dan Kumuh, Pemkot Dinilai Malas Berikan Pembinaan

POSKOTA.CO – Nekat berdagang di bantaran rel kereta api, para pedagang kaki lima (PKL) ini dibiarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan PT KAI. Meskipun, sangat membahayakan keselamatan para PKL.

Pantauan di lapangan, bantaran rel KA yang meliputi dua wilayah antara Kramat, Senen dan Tanah Tinggi Johar Baru luput dari pengawasan pemerintah setempat. Tak pelak keberadaannya pun semakin semrawut dan kumuh. Selain itu, bangunan liar dan lapak parkir maupun kandang unggas berdiri di tembok pembatas rel KA sepanjang Jalan Kramat Sentiong, Kramat, Senen.

“Iya itu lingkungan kenapa jadi semrawut dan kumuh begitu sudah banyak kandang unggas dan gubuk liar pula. Pada ke mana pejabat di wilayah, tidur kali ya, semrawut, kumuh dan berantakan dibiarin aja,” keluh Djoko, Sabtu (12/6/2021).

Lapak-lapak PKL dibiarkan bertahun-tahun di bantaran rel kereta api.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu mengatakan, Pemprov DKI Jakarta tidak boleh membiarkan wilayah kumuh itu semakin banyak ditemukan karena penanganan sosial merupakan tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta.

Menurutnya, sesuai dengan visi misi Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, “Maju Kotanya Bahagia Warganya”, seharusnya pejabat di tingkat Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat berupaya melakukan pembinaan penanganan bidang sosial dan bidang pemerintahan di kawasan tersebut. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut seperti itu. Karena sama saja tidak mendukung program Gubernur Anies.

“Langkah upaya Pemkot Jakpus harus serius melakukan penataan di lokasi yaitu berkolaborasi pihak dengan PT KAI,” ungkap Victor.

Sehingga kawasan bantaran rel KA, ujar Victor, bisa tertata rapih. Selanjutnya, relokasi pedagang ke tempat yang lebih layak. “Karena pedagang membutuhkan tempat yang layak untuk berjualan,” pungkasnya. (van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *