oleh

Wali Kota Depok Sebut Warganya Sulit Mencari Masjid di Kawasan Margonda saat Pulang Kerja

POSKOTA.CO – Wali Kota Depok Mohammad Idris akhirnya bicara terkait masalah relokasi Gedung SDN Pondok Cina 1 dijadikan Masjid Jami Al-Quddus di Jalan Raya Margonda, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat.

“Ada beberapa alasan terkait rencana relokasi Gedung SDN Pondok Cina (Pocin) 1 menjadi Masjid Jami Al-Quddus yang digambar atau arsiteki Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil beberapa bulan lalu,” ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris didampingi Sekda Depok Supian Suri saat menjelaskan permasalahan rencana relokalisasi SDN Pocin 1 menjadi Masjid Jami Al-Quddus, Selasa (15/11/2022).

Masalah kegaduhan dan viralnya relokasi SDN Pocin 1, Kelurahan Pondok Cina, Beji tidak lepas dari kebutuhan dan usulan warga Kota Depok yang menginginkan kehadiran atau keberadaan masjid persis di pinggir Jalan Raya Margonda, karena sampai saat ini belum ada masjid yang bagus dan baik di pinggir Jalan Raya Margonda. Kalaupun ada hanya di areal kantor Wali Kota Depok.

Menurut Idris, ada dua alasan dibangunnya masjid di Jalan Raya Margonda antara lain, kebanyakan warga Depok bekerja di DKI Jakarta dan saat pulang kerja agak sulit mencari masjid yang besar di pinggir jalan tersebut. “Itu alasan Gubernur Jabar Ridwan Kamil atau Kang Emil berharap Pemkot Depok harus memiliki masjid di pinggir jalan utama atau ruas Jalan Raya Margonda,” tutur Idris, sehingga Kang Emil bersedia membuatkan gambar atau arsitekin Masjid Jami Al-Quddus di lahan SDN Pocin 1.

Itu alasan pertama, tutur Idris, biaya pembangunan tentunya dari APBD Provinsi Jabar, dan Pemkot Depok disuruh mencari lahan untuk pembangunan masjid tersebut. “Soalnya harga lahan di sepanjang Jalan Raya Margonda sekarang mencapai Rp32 juta per meter tentunya Pemkot Depok tidak sanggup membeli lahan, sehingga mencari lahan aset Pemkot Depok yaitu SDN Pocin 1,” kata Idrid menjelaskan.

Untuk itulah Pemkot Depok mencoba mencari solusi terbaik sehingga lahan SDN Pocin 1 yang dinilai sudah tidak respentatif lagi karena juga membahayakan siswa maupun orang tua saat menjemput ke sekolah sehingga direlokalisasi ke SDN Pocin 3 dan 5 yang jaraknya tidak begitu jauh.

Yang jelas puluhan siswa yang ada di SDN Pocin 1, ujar Mohammad Idris, akan dipindah atau menumpang di SDN Pocin 3 dan 5 sambil mencari lahan pengganti atau kalau tidak ada murid baru harus melebur di sekolah tersebut. “Pemkot Depok sendiri tengah berupaya membangun SMP Negeri 34 di Pondok Cina yang direncanakan dibangun rahun 2024,” tuturnya.

Sedangkan, pengamat pendidikan Indra Kharismiadji mengatakan, semua kebijakan yang dikeluarkan pemerintah kota tentunya akan berdampak ke masyarakat banyak. “Jadi harus melalui kajian yang baik dari akademis, pendekatan warga hingga melihat lokasi serta berbagai aspek dampak yang akan muncul mulai dari awal hingga selesainya proyek pembangunan,” ujarnya. (*/anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *