oleh

Tiga Bulan Urus Pengecekan Sertifikat di BPN Kota Bekasi, Buku Tanah Belum Ketemu

POSKOTA.CO –  Warga kota Bekasi dan Pejabat Pembuat Akta Tanah kembali mengeluhkan pelayanan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi. Sudah tiga empat bulan mengurus pengecekan sertifikat tidak kunjung jelas.

Rio,  warga Rawa Lumbu menceritakan dirinya sudah 14 kali bolak balik ke kantor BPN kota Bekasi sejak bulan September 2020  bersama staf PPAT hanya untuk mengecek dan validasi sertifikat namun hingg Senin pagi (4/1/2021) tidak ada kejelasan.

Awalnya dia mempercayakan PPAT untuk memproses balik nama sertifikatnya untuk dibuatkan Akta Jual Beli (AJB) namun belum bisa dilaksanakan karena harus dilakukan  pengecekan sertifikat terlebih dahulu di Kantor BPN.

Namun satu minggu belum ada kepastian, dirinya menanyakan perihal proses AJB dan mendapat jawaban dari PPAT pengecekan sertifikatnya belum selesai dengan alasan buku tanah belum ketemu hingga belum bisa buat AJB.

Penasaran dia mendatangi kantor BPN Kota Bekasi justru oleh petugas disuruh menyelesaikan BPHTB terhutang karena sertifikatnya dibuat melalui  program PTSL.

“Saya langsung urus bolak balik dibantu staf PPAT saya bayar BPHTB ke bank dan Bapenda tidak sampai satu minggu,” cerita Rio.

Setelah BPHTB tervalidasi diserahkan  persyaratan untuk pencoretan BPHTB ke petugas BPN yang ada di depan namun hampir dua bulan baru selesai setelah sembilan kali dirinya menanyakan terus.

Pertengahan November sertifikat yang sudah tercoret keterangan BPHTB nya itu diserahkan ke PPAT dengan harapan bisa dilanjutkan pembuatan AJB, ternyata menurut PPAT sertifikat harus dicek kembali ke BPN.

“Saya pikir satu minggu pengecekan selesai ternyata waktu saya datang ke kantor PPAT belum selesai dengan alasan buku tanah belum ketemu,” ucap Rio.

Penasaran saya kembali datangin kantor BPN bersama staf PPAT untuk membuktikan apakah cuma alasan PPAT atau pihak BPN nya memperlambat.

“Ternyata bener saya lebih empat kali datang jawabannya petugas BPN buku tanah belum ketemu juga,” cerita Rio.

SALING LEMPAR TANGGUNG JAWAB

Yang membuat dirinya kesal, petugas saling lempar tanggung jawab. “Saya dengan staf PPAT disuruh nemuin petugas lainnya, petugas yang kita temuin bilang bukan ke dia dan sampai akhirnya kami dipingpong disuruh datangi panitia PTSL,” ungkap warga Rawa Lumbu ini.

“Di PTSL petugasnya bilang sudah tidak ada urusan lagi dengan mereka karena sudah selesai BPHTB sudah dibayar dan telah dicoret keterangan BPHTB tertundanya dan disuruh balik ke gedung BPN lagi,” kenang Rio.

Di kantor BPN lagi-lagi petugas beralasan buku tanah belum kembali dan ada di panitia PTSL dan saya disuruh ke panitia PTSL dan begitu seterusnya mereka merasa dipingpong.

Dengan belum dibuatnya AJB Rio merasa dirugikan sebab pembeli belum mau membayar penjualan tanahnya.

“ Rencana kami akan melaporkan tindakan BPN Kota Bekasi ke Kementerian Agraria dan membuat surat terbuka ke media sosial agar semuanya tau petugas BPN Kota Bekasi masa bodoh tidak bertanggung jawab,” tutur Rio.

Secara terpisah PPAT yang ditemui di kantornya mengaku sudah berusaha maksimal. Bahkan  diakhir bulan Desember sudah menemui beberapa pejabat di kantor BPN namun belum diketahui sampai kapan buku tanah ketemu.

“Mau gimana lagi mas, itu hak warga  marah ke kita menarik berkasnya.  Saya sudah berusaha menjelaskan kalau warga mau melaporkan dan mempermasalahkan, saya tidak bisa mencegah lagi,” kata PPAT.

Terpisah kepala kantor BPN Kota Bekasi saat mau dikonfirmasi menurut petugas berpakaian hitam sedang tidak ada di kantor.

Beberapa staf PPAT yang berada di gedung BPN membenarkan pelayanan di BPN tidak pernah cepat bahkan cenderung dibuat susah.

“Ini penyakit yang nggak bisa sembuh-sembuh Mas, kalau  kita kenal sama petugas dan ngasih paketan biasanya cepet, tapi jangan harap kalau nggak ngasih apa-apa bisa cepet selesai. Yang ngasih aja kadang juga agak lambat,” kata pria yang ditemui di tenda halaman BPN Kota Bekasi. (bw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *