JAKARTA – Sekolah Dasar Kristen (SDK) PENABUR Jakarta melatih ketangguhan anak didik dan bangun persahabatan lewat Jambore Penggalang 2025 yang digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (09/05/25). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 2.101 penggalang dari 20 SDK PENABUR se-Jakarta sebagai program kegiatan yang terus dilestarikan SDK Penabur Jakarta.
Meskipun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia tidak mewajibkan kegiatan ini, namun SDK PENABUR tetap memelihara program kegiatan seperti ini. “Karena kami melihat banyak sisi positifnya dari program kegiatan Pramuka ini. Contohnya hari ini, ada tiga tema jambore yang dikedepankan dari kedisiplinan, keberanian, dan kesetiaan. Kita tahu sendiri sangat penting bagi anak-anak untuk diajarkan ketiga aspek ini, terutama kesetiaan,” kata Kenny Lim, Ketua BPK PENABUR Jakarta usai upacara Jambore Penggalang SDK PENABUR 2025.
Menurutnya, program yang paling diutamakan adalah kesetiaan, baik kepada Tuhan dan juga negara kesatuan Republik Indonesia (Pancasila). “Jadi penting bagi kami untuk menanamkan kesetiaan ini sedari kecil. Kalau kedisiplinan tentu kita tahu bahwa setiap kegiatan diperlukan kedisiplinan agar kelak mereka bisa menjadi berguna bagi bangsa dan negara. Begitu juga dengan keberanian, dalam hal ini perlu ditanamkan kemandirian. Oleh karena itu kegiatan ini, tidak diikuti oleh orang tua dari anak didik kita. Agar mereka bisa menjadi pribadi yang lebih mandiri dari sebelumnya,” ungkapnya.
Kegiatan Ini Dilestarikan
Dari 2.101 peserta yang hadir dari kelas 5. Dari jumlah tersebut terbagi ke dalam tiga Blok, yakni Blok A, Blok B, dan Blok C. Masing-masing blok, ada tiga warna yakni Kuning, Biru, dan Merah. Dalam setiap warna tersebut terdapat kegiatan-kegiatan sebagai Syarat Kecakapan Umum (SKU) golongan penggalang. “Kegiatan ini terus kita lestarikan secara berkesinambungan, sehingga anak-anak bisa belajar bagaimana mereka bisa setia, disiplin, berani dan mandiri, serta saling membantu antar teman,” ungkap Kakak Lidya Ida Fatonah, selaku Penanggung Jawab Jambore Penggalang SDK PENABUR 2025.
Perempuan yang juga Kepala Bagian Layanan dan Pendukung Pendidikan BPK PENABUR Jakarta ini juga menambahkan, bahwa setelah mengikuti upacara, para peserta akan terbagi ke dalam empat pos. Pertama, pos semaphore yang menguji anak didik untuk mengenal ‘bahasa morse’ dengan menggunakan bendera semaphore. Kedua, pos budaya yang menguji siswa dengan bernyanyi lagu nasional dan menari tarian tradisional ‘kicir-kicir’ hingga ‘manuk dadali’. Sementara pos ketiga, yakni pos PBB Tongkat yang mengajak peserta mempraktekkan baris berbaris tongkat dan melakukan aba-aba minimal 15 gerakan yang didampingi oleh pemimpin regu.
Sedangkan pos keempat adalah pos pionering yang menguji peserta dalam membuat tiang bendera dan menyambungkannya dengan dua buah tongkat serta tali. “Kami merancang berbagai aktivitas pos-pos dengan atraktif, menarik, sekaligus mendidik, sehingga setiap peserta antusias dalam melewati berbagai tantangan, dimana mereka harus bekerja sama di dalamnya. Jadi upaya BPK PENABUR adalah bahwa anak didik tidak hanya pintar, tetapi mereka memang punya pengalaman hidup yang berbeda dengan dunia kehidupan mereka, gitu,” tegasnya.
Para peserta begitu antusias mengikuti upacara dan berbagai rintangan di setiap pos, mereka berusaha semaksimal mungkin agar berhasil memenuhi SKU. Selain memenuhi SKU diharapkan para peserta juga dapat menjadi siswa PENABUR yang memiliki profil BEST. Be Tough, tangguh dalam menghadapi tantangan selama Jambore. Excel Worldwide, mendapatkan pengetahuan baru yang menjadi bekal saat ini dan di kemudian hari. Share with Society, bekerja sama dengan teman dan berbagi apa yang dimiliki untuk orang lain. Trust in God, mengandalkan Tuhan dalam setiap aktivitas yang dilakukan. (*/fs)







Komentar