POSKOTA.CO -Menyambut `Normal Baru` beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru, kaum wanita perkotaan dapat bertani di lahan terbatas, sekaligus menambah uang pemasukan ekonomi keluarga di tengah pandemi Covid-19.
Ketua Bidang Kemasyarakatan Tim Walikota Untuk Percepatan Penyelenggaraan Pemerintah dan Pembangunan (TWUP4) Kota Bekasi, Yayah Nahdiyah yang juga Ketua PKK RW 032 Bojong Rawalumbu, mengatakan itu usai meninjau Kebon Bibit Kelompok Wanita Tani (KWT) Raflesia RW 032, didampingi Ketua KWT setempat, Tarmi Wijayanti, Minggu (31/5/2020).
Menurut Yayah Nahdiyah, kaum wanita mempunyai peluang untuk bercocok tanam, meski hanya lahan sempit seperti di kawasan perumahan. Dengan adanya Kebon Bibit seperti yang dilakukan oleh KWT Raflesia RW 032, akan dapat mendorong kaum ibu-ibu bekerja di luar rumah, asal sesuai aturan protokol kesehatan (prokes). Hasil pertanian atau pembibitan wanita tani dapat dijual ke pasaran, atau warga sekitar perumahan.
“Kaum wanita tidak mesti berdiam di rumah. Teruslah berusaha mengurangi beban ekonomi keluarga. Ya, bisa menyemai bibit atau menanam sayur-sayuran di lahan sempit seperti ini. Hasilnya dapat dijual untuk menambah income (pemasukan-red) keluarga di tengah pandemi Covid-19,” ujar Yayah Nahdiyah.
Tarmi Wijayanti, Ketua KWT Raflesia RW 032 Bojong Rawalumbu, menambahkan lokasi greend house di RT 06 RW 032 itu adalah lahan fasos-fasum yang dipakai sementara untuk tempat pembibitan berukuran 4 X 5 meter. Kemudian lahan tersisa akan dijadikan area hidroponik oleh pengurus dan anggota KWT.
Ia berjanji akan menata kawasan kebon bibit itu menjadi indah dan asri yang menyejukkan lingkungan.
Pembangunan semai bibit di lokasi itu, menurut Tarmi, panggilan akrab, istri Ketua RT 02 ini, dilakukan bertahap yang dimulai bulan puasa kemarin. Hal itu disesuaikan dengan anggaran turun dari Provinsi Jawa Barat.
Diakuinya, untuk Kota Bekasi hanya 6 KWT yang mendapat persetujuan anggaran membangun kebon bibit di lahan fasos-fasum. Satu di antaranya adalah di RW 032. “Kami bangun kebon bibit ini sesuai luas yang telah ditentukan yaitu 4 kali 5 meter,” kata Tarmi.
Pengurus KWT dan anggota nampak menggunakan standar sesuai protokol kesehatan, menggunakan masker, cuci tangan dan tetap menjaga jarak. (sir)








Komentar