oleh

Ratusan ASN dan Jemaat Rayakan Natal Bersama 2025 di Plaza Balaikota Bogor

BOGOR – Perayaan Natal 2025 Kota Bogor yang berlangsung di Plaza Balaikota Bogor dihadiri ratusan ASN (aparatur sipil negara) dan jemaat dari berbagai gereja di Kota Bogor. Natal ini mencatat sejarah, karena sepanjang kota ini berdiri 544 tahun, baru kali ini Natal bisa diselenggarakan dalam balaikota.

Hadir dalam Natal bersama Pemkot Bogor seluruh unsur Forkopimda. Danlanud ATS, Danrem 061 Suryakancana, Kapolresta Bogor Kota, Dandim Kota Bogor, Dandenpom III Siliwangi, Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Dansat Brimob Kedung Halang, Ketua FKUB, Ketua urusan haji, Kantor Agama Kota Bogor, Ketua PGIS, dan para pastor serta para pendeta.

Dihadapan ratusan jemaat, Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan, sepanjang kota yang ia pimpin berdiri selama 544 tahun, baru tahun ini ada Natal bersama di Plaza Balaikota. Langkah ini diambil, karena Dedie ingin membuktikan, bahwa Kota Bogor sebagai kota toleransi, bukan sebuah slogan, tapi merupakan wujud kerja nyata.

“Saya ingin menjaga kota ini sebagai kota toleransi. Bukan hanya slogan, tapi harus diwujudkan dalam bentuk nyata. Kota ini milik semua masyarakat. Tak ada perbedaan suku, ras, antar golongan apalagi agama,” kata Dedie disambut aplous jemaat.

Untuk itu, Dedie meminta, agar warga Bogor harus sayang kepada sesama dan kota yang menjadi tempat tinggal ini.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran pemerintahan Kota Bogor ini menjelaskan, jika dirinya sedang masif membangun. “Kota Bogor dibangun oleh semua dan untuk semua. Walau anggaran dipotong pusat Rp300 miliar, kita tetap membangun. Mari kita bersama memulai langkah baru, untuk wujudkan Kota Bogor kedepan lebih baik,” ajak Dedie.

“Pemkot Bogor sedang lakukan langkah kongkrit perbaiki ekonomi rakyat. Tahun depan akan diberi label kota terbaik MBG,” katanya lagi.

Diakhir pesan Natalnya, Dedie mengatakan, Pemkot Bogor sedang menata lalulintas kota dengan melakukan penertiban angkot, merubah sampah jadi listrik. “Ini semua program sedang berjalan. Tolong dukung pemerintah,” ajak Dedie.

Ketua panitia Natal Pemkot Bogor, Samson Purba mengapresiasi Wali Kota yang memberi ruang bagi jemaat Kristiani untuk melakukan ibadah didalam Balaikota.

“Saat kami panitia dapat ijin dari bapak untuk bisa pakai plaza balaikota untuk ibadah Natal, semangat panitia langsung 150 derajat,” kata Samson yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor.

Ketua PGIS Kota Bogor, Pdt Deden Nimbrot Simatupang mengatakan, krisis yang melanda saat ini, banyak persoalan muncul, namun ada harapan, karena telah lahir Yesus Kristus.

Menurut Pdt Nimbrot, umat Kristiani tidak perlu berkecil hati, walau hasil survei Kompas menunjukkan, masyarakat indonesia 20 persen alami kesepian.

“Gereja tidak sendiri, karena gereja selalu berdampingan dengan umat lain. Krisis dan persoalan selalu ada, namun kita punya Tuhan. Gereja dan Natal hadir di Kota Bogor berkontribusi unruk perjalanan kota ini, guna meraih harapan di masa depan,” tegas Pdt Nimbrot.

Ketua FKUB Kota Bogor, KH Hasbullah menuturkan, Natal bersama tahun ini, adalah sejarah Pemkot Bogor. Fasilitas yang digunakan umat merayakan Natal di Plaza Balaikota memberi pesan, bahwa jangan lagi ragukan komitmen kebangsaan dan toleransi di Kota Bogor.

“Terus perjuangkan toleransi. Agama di Kota Bogor dan Pemkot Bogor siap fasilitasi. Ini perlu diapresiasi,” tegasnya.

Sementara Pdt Dr. Margie Ririhena de-Wanna dalam khotbahnya yang diambil dari Kitab Matius 1:21-24 menceritakan tentang kelahiran Yesus Kristus.

Ia mengatakan, tema Natal bersama ini yakni Natal Bersama Hadir Membawa Harapan Bagi Keluarga dan Kota di Plaza Balaikota Bogor 23 Januari 2026 malam ini, sangatlah relevan.

Bagi Pendeta lulusan S3 Teologia ini, keluarga itu tidak fokus pada keturunan keluarga yang merujuk pada hubungan biologis, tetapi juga mencakup komunitas orang-orang yang percaya dan mengikuti Yesus Kristus.

“Siapa pun yang melakukan kehendak Allah, dialah saudara dan ibu dan adikku,” kata Pdt Margie yang juga seorang dosen ini mengutip ayat Alkitab.

Acara ditutup dengan meghadirkan Victor Hutabarat. Empat lagu yang dibawakan penyanyi legendaris ini, membuat ratusan jemaat dari berbagai dedominasi ini bergembira. (yopy/in)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *