oleh

Peserta Didik Penerima KJP Jadi Pemenang Kompetisi VCI

JAKARTA -Peserta didik penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) berhasil menjadi pemenang kompetisi Virtual Company Indonesia (VCI). Ini membuktikan mereka mampu bersaing secara setara dengan peserta didik dari berbagai sekolah lainnya.

Pemenang final program VCI diumumkan Sekolah HighScope Indonesia (SHI) melalui Redea Institute di SHI TB Simaptupang, kemarin. VCI merupakan sebuah platform simulasi bisnis mendalam bagi siswa SMA dan SMK. Program ini telah melalui babak penyisihan Business Plan Competition pada 28–29 Januari 2026 di SHI TB Simatupang.

Tahun ini, VCI diikuti oleh 18 tim dari tujuh sekolah jejaring, dengan total 92 peserta didik. Mereka adalah peserta didik dari SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang. Seluruh peserta kompetisi ini harus mempresentasikan ide bisnis serta strategi manajerial di hadapan dewan juri yang terdiri dari praktisi industri dalam bahasa Inggris.

Menariknya ada 11 peserta didik penerima KJP yang menjadi pemenang, antara lain 6 dari SMKN 51, satu dari SMKN 20 dan 4 dari SMKN 43.  Hal ini menunjukkan bahwa kesempatan, pembinaan, dan akses yang tepat dapat melahirkan talenta muda berdaya saing tinggi tanpa memandang latar belakang ekonomi, karena setiap anak memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan berprestasi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana turut mengapresiasi program ini. Menurutnya, riset menunjukkan siswa yang aktif dalam kompetisi bisnis memiliki peluang lebih besar membangun usaha dan meraih penghasilan lebih tinggi. “Program ini selaras dengan transformasi pendidikan vokasi melalui sinergi industri yang terus kami dorong,” ungkapnya.

Founder & CEO Redea Institute, Antarina S.F. Amir, menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini bukan pada akses informasi, melainkan implementasi nyata.

“Tantangan terbesar pendidikan saat ini bukan kekurangan informasi, melainkan kurangnya implementasi. Dunia nyata membutuhkan keberanian mengambil keputusan di tengah ketidakpastian. Melalui VCI, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi terjun langsung dalam dinamika bisnis,” ujarnya. (*/ta)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *