oleh

Ikon KSD Gubernur Anies pada Rusak, Semestinya Diperbaiki karena Aset

POSKOTA.CO – Gujrak, gujrakan dan ajrut-ajrutan begitulah suara yang terdengar saat pengendara bermotor melewati perlintasan rel kereta api (KA) Stasiun Senen, Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat.

Pasalnya, keberadaan landasan jalan di perlintasan rel KA yang diapit dua wilayah antara Tanah Tinggi, Johar Baru dan Bungur, Senen, Jakarta Pusat ini dibiarkan rusak hingga bertahun-tahun. Meskipun dikeluhkan pengendara bermotor, pemerintah ‘cuek’ saja.

“Iya sudah lama perlintasan rel KA Satsiun Senen ini rusak. Jalannya banyak lubang. Kalau naik motor lewat di sini ajrut-ajrutan dan bergoyang-goyang kayak di kampung jalannya. Padahal, membahayakan masyarakat umum sebagai pengguna jalan,” keluh Djoko (56), warga Kecamatan Senen, (30/8/2021) sore.

Sekadar diketahui kawasan jalan ini meliputi ikon kegiatan strategis daerah (KSD) Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan. Meski begitu, sarana prasarana dan fasilitas umum (fasum) yang berada di kawasan ini rusak dan terbengkalai tanpa sentuhan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta seperti shelter atau halte bus yang merupakan aset di Jalan Stasiun Senen ini tinggal tulang kerangka saja. Bahkan di lokasi ini menjadi tempat gelaran lapak pedagang kaki lima (PKL) liar.

Menanggapi hal tersebut, pengamat perkotaan, Yayat Supriyatna mengungkapkan, semestinya instansi yang berwenang dapat memperbaiki landasan perlintasan yang rusak itu demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat umum sebagai pengguna jalan yang memanfaatkan akses di sana. Terlebih, kawasan jalan itu merupakan ikon KSD Gubernur Provinsi DKI Jakarta.

Sarana Prasarana dan fasilitas umum seperti shelter atau halte bus di kawasan Jalan Stasiun Senen tinggal tulang kerangka.

Lanjut Kang Yayat, sapaan akrab para kuli tinta ini menambahkan, kemungkinan pada tahun ini anggaran kena program refocusing karena anggarannya dipakai untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Memang masalahnya sangat terlihat di lapangan, tapi anggaran mungkin masih tersendat karena terpakai untuk pembiayaan penanganan pandemi Covid-19,” terang Kang Yayat melalui telepon, Senin (30/8/2021) sore.

Meski begitu, Kang Yayat berharap sarana prasarana yang rusak ini jangan sampai dibiarkan karena merupakan aset. Instansi terkait di antaranya, Direktur Keselamatan Ditjen Perkeretaapian atau Daops 1 maupun di Dinas Perhubungan (Dishub) Bidang Perkeretaapian harus bersama-sama untuk mengantisipasi agar masyarakat umum yang memanfaatkan akses itu dapat nyaman.

“Silakan ditanyakan dengan Bagian Sarana dan Prasarana Dishub bagaimana anggaran pemeliharaan, apakah selama Covid-19 terjadi pengurangan anggaran pemliharaan. Kalau anggaran terbatas bagaimana mengatasi masalah yang ada saat ini termasuk perlintasan ini tanggung jawab siapa,” jelas Kang Yayat.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Lupito saat ditanya terkait halte bus yang rusak di kawasan Jalan Stasiun Senen melalui telepon, tidak menjawab. Sedangkan, Kadis Bina Marga (BM) Provinsi DKI Jakarta Hari Nugroho ketika ditanya perlintasan Jalan Letjen Suprapto yang rusak itu hanya menjawab akan dicatat. “Ok noted,” singkatnya. (van)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *