JAKARTA – Sejumlah warga perumahan Eramas 2000 RW 15 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, ramai-ramai memprotes keberadaan empat dapur dan gudang Makanan Bergizi Gratis (MBG). Warga membentangkan spanduk di depan salah satu dapur untuk meminta dukungan tandatangan kepada para penghuni komplek tersebut.
Puluhan warga yang menggelar aksi di depan dapur MBG keempat di Blok E2 Rzt 01 RW 15 Pulogebang menyatakan keberatan lingkungan permukiman mereka bermunculan dapur dan gudang MBG. “Selama ini warga tidak pernah dimintai persetujuan, namun tiba-tiba muncul gudang dan dapur MBG yang sangat mengganggu ketenangan warga,” ujar Ketua RW 15 Achmad Hidayat di lokasi, Minggu (22/2).
Menurut warga keberadaan dapur MBG sangat mengganggu lingkungan permukiman. “Contohnya, untuk satu dapur saja mempekerjakan sekitar 60 orang, termasuk sopir yang mondar-mandir mengangkut bahan maupun paket MBG, aktivitasnya mengganggu lingkungan. Selain itu, kondisi pasokan air perpipaan warga jadi jauh berkurang, belum lagi soal sampah, perwakilan, dan sebagainya,” protes Fathullah, salah satu warga yang tinggal di belakang dapur MBG.
Menurut Ketua RW 15 maupun Ketua RT 01 Dede Edi Sutisna pada aksi sebelumnya pihak pengelola Yayasan SUG sudah sempat berdedikasi dengan warga. “Pihak yayasan waktu itu berjanji akan memenuhi aspirasi warga tapi nyatanya proses pembangunan dapur keempat tetap jalan terus,” kata Dede. Tampak di sejumlah kawasan perumahan, terutama Taman Perumahan Eramas dipasang sejumlah spanduk bertuliskan: Di sini Kawasan Permukiman Dilarang untuk Kegiatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Warga Eramas 2000 Tolak SPPG di Permukiman. Selain itu warga juga bikin petisi minta dukungan warga lainnya agar Pemkot Jakarta Timur menindak tegas.
Mereka mendesak pihak Walikota Jakarta Timur untuk menutup kegiatan gudang dan dapur MBG di permukiman. Warga menyarankan kepada pihak yayasan untuk memindahkan tempat usaha yang lebih layak, contohnya di kawasan Perkampungan Industri Kecil (PIK) Penggilingan.
Secara terpisah Walikota Jakarta Timur Munjirin pihaknya sudah mengetahui adanya penolakan dari warga soal keberadaan dapur dan gudang MBG di Eramas. “Kedua pihak juga sudah pernah dipertemukan untuk mencari solusi. Namun tampaknya mereka peroleh solusi dan butuh beberapa kali mediasi berikutnya untuk mencarikan titik temu. Saya sudah meminta kepada pihak Kecamatan Cakung dan Kelurahan Pulogebang untuk terus memantau perkembangannya,” kata Munjirin. (jo)







Komentar