oleh

Fase 1B Sudah Capai 72 Persen, Gubernur DKI Pramono: LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Siap Operasi Tahun Depan

JAKARTA – Pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai terus berlanjut. Hingga awal Oktober 2025, berdasarkan data bahwa progres pembangunan sudah mencapai 72,852 persen dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2026.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertemu dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi untuk membahas proyek LRT Jakarta tersebut agar berjalan sesuai target. Pertemuan berlangsung di Mandiri University, Jakarta Pusat, pada Senin (29/9). “Proyek LRT dari Velodrome ke Manggarai kemajuan pekerjaannya melebihi apa yang direncanakan. Jadi, ini harus kita jaga agar pekerjaan berjalan lancar dam semoga tahun depan siap beroperasi,” kata Pramono kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/10).

Jika pembangunan Fase 1B sudah kelar akan memperpanjang jalur LRT yang semua cuma sekitar 6 kilometer dari Pegangsaan Dua ke Velodrome Rawamangun. “Jalurnya akan menjadi belasan kilometer antara Pegangsaan Dua dan Manggarai sehingga penumpang akan melonjak tinggi,” papar Pramono.

Direktur Proyek LRT Jakarta Ramdani Akbar menjelaskan, LRT Jakarta Fase 1B nantinya akan membuka akses lebih cepat dan mudah bagi masyarakat di sekitaran Jakarta Utara, Timur, dan Pusat.
“Pengembangan jalur LRT Jakarta ini juga sebagai upaya untuk terciptanya konektivitas antarmoda serta mengurangi emisi gas karbon dan kemacetan di Jakarta,” katanya.

Ramdani menambahkan, proyek LRT Jakarta Fase 1B ini memang salah satu bagian dari gerak besar Kota Jakarta menuju kota global yang lebih efisien dan ramah lingkungan. “Dari kemacetan menuju konektivitas, dari polusi menjadi keberlanjutan, karena kini transportasi publik bukan lagi sebagai pilihan, melainkan kebutuhan untuk hidup yang lebih baik,” jelasnya.

Rincian pekerjaan meliputi Zona 1 (area Jalan Pemuda Rawamangun – Jalan Raya Pramuka) 71,13 persen dan Zona 2 (area Matraman – Manggarai) 57,35 persen. Transportasi publik berbasis kereta ringan itu ditargetkan bisa melayani mobilitas masyarakat tahun depan. Banyak warga yang menginginkan proyek pembangunan transportasi publik berbasis kereta ringan itu rampung. Utamanya, warga yang tinggal di sekitar kawasan proyek pembangunan. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *