oleh

Bima Arya: RAPBD 2021 Fokus kepada Tanggap dan Adaptif Covid-19

POSKOTA. CO – Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan tanggapan terhadap Pandangan Umum Fraksi-fraksi Atas tiga Raperda, yakni Raperda Tentang Perumda Jasa Transportasi Kota Bogor, Raperda Tentang Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor dan Raperda Tentang APBD Kota Bogor Tahun Anggaran 2021 saat Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor.

Bima mengucapkan terima kasih kepada fraksi-fraksi yang telah menyampaikan pandangan umum atas Raperda Perumda Jasa Transportasi, Raperda Perumda Pasar Pakuan Jaya dan Raperda APBD Tahun 2021.

Dia menjelaskan, Perda Nomor 5 Tahun 2007 yang menjadi dasar pendirian PDJT, dengan konsep BUMD Mandiri dalam layanan jasa transportasi melalui pengembangan jasa usaha lain yang lebih luas, tetapi faktanya hanya jasa angkutan umum Trans Pakuan yang berjalan dan saat ini kondisinya tidak baik.

Dimana penyertaan modal sebesar Rp. 35,5 Miliar yang terdiri dari uang sebesar Rp. 25,9 Miliar telah disetor dan telah habis sampai dengan 31 Desember 2015, ditambah barang senilai Rp. 9,5 Miliar berupa 30 unit bus dan 1 unit mobil derek.

Sebagai upaya penyehatan Perumda Jasa Transportasi akan dilakukan restrukturisasi.

Restrukturisasi manajemen, antara lain audit laporan keuangan, perubahan bentuk hukum perusahaan dan organisasi perusahaan.

Restrukturisasi modal, antara lain penghapusan aset yang sudah tidak ada nilai manfaatnya tetapi menjadi beban neraca keuangan, penghapusan hutang, dan penyusunan ulang komposisi modal perusahaan berdasarkan Business Plan;
Restrukturisasi portofolio terhadap pengembangan bisnis perusahaan dengan melihat potensi aset Pemkot Bogor yang masuk dalam komposisi modal.

Upaya lain yang akan dilakukan dalam optimalisasi layanan jasa transportasi bagi masyarakat diantaranya, Koridor Trans Pakuan akan menjadi trayek utama yang terintegrasi dengan pengembangan trase kereta api perkotaan dan trayek pengumpan Angkot.

Pengembangan bidang usaha lain seperti jasa angkutan wisata, jasa bengkel umum, jasa advertising dan jasa perparkiran.

Pengembangan potensi aset Pemkot Bogor diantaranya tanah di Jalan Dadali yang prospektif dikembangkan sebagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), serta pengembangan layanan kereta api perkotaan dan kawasan berbasis TOD.

“Dengan membangun kembali PDJT menjadi Perumda Jasa Transportasi, kita wujudkan perusahaan handal yang mampu memenuhi harapan masyarakat dalam peningkatan layanan jasa transportasi, mampu mengembangkan usaha serta menambah potensi PAD, serta mampu memenuhi harapan pegawai dalam peningkatan kesejahteraan,”kata Bima.

Pemkot Bogor sepakat dengan Pandangan Umum fraksi-fraksi atas Raperda Perumda Pasar Pakuan Jaya, semoga Raperda ini dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pasar, mendorong perekonomian daerah dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.

RAPBD 2021 merupakan tahun awal implementasi PP No. 12 Tahun 2019, dimana semua rencana dan anggaran di semua daerah di input dalam SIPD yang dikelola oleh Kemendagri dan perlu dilakukan reklasifikasi ulang terhadap kodifikasi program, kegiatan, sub kegiatan, pendapatan, belanja, pembiayaan dan akuntansi.

“Hal ini yang menyebabkan proses penyampaian RAPBD baru dilakukan pada hari ini. Kami yakin pada tahapan selanjutnya akan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” katanya.

Alokasi anggaran fungsi pendidikan sebesar 20,48 persen dan fungsi kesehatan sebesar 15,97 persen merupakan komitmen bersama dalam mewujudkan Bogor Kota Cerdas dan Bogor Kota Sehat termasuk prioritas pencegahan dan penanganan Covid-19 yang sesuai dengan peraturan perundangan bahwa anggaran tersebut minimal 20 persen untuk pendidikan dan minimal 10 persen untuk kesehatan.

Menurut Bima, RAPBD 2021 fokus kepada program tanggap dan adaptif Covid-19, sehingga program pelayanan kepemudaan, bantuan hukum bagi warga miskin, infrastruktur transportasi, penambahan CCTV Kota, penguatan jaringan internet di kantor kelurahan, serta insentif guru ngaji dan pendamping PKH disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

“Pemkot Bogor juga sangat memperhatikan keberlanjutan renovasi Masjid Agung Bogor, pada tahun 2021 dialokasikan sebesar Rp. 34,7 Miliar,” katanya. (yopi/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *