JAKARTA – Dalam rangka meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta terus meningkatkan kinerjanya dan konsultasi dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah meminta masukan kepada Ombudsman RI.
Kepala BBPOM di Jakarta Sofiyani Candrawati Anwar menegaskan pihaknya bertekad meraih predikat WBBM 2025 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI. “Ini bagian dari upaya kami menunjukkan komitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik,” kata Sofiyani di Jakarta, Rabu (24/9).
Sofiyani mengungkapkan, untuk mewujudkan tekad ini pihaknya telah berdiskusi dan meminta masukan tentang penyelenggaraan layanan publik dengan Ombudsman RI. “Dalam persiapan penilaian WBBM yang dilakukan Kemenpan RB, selain minta masukan dari berbagai pihak, tentunya secara internal kami juga terus berbenah demi pelayanan yang lebih profesional,” tandasnya.
Sofiyani menjelaskan upaya peningkatan pelayanan telah menjadi budaya internal sejak beberapa tahun belakangan ini. “Bahkan Unit Pelayanan Publik (UPP) BBPOM di Jakarta telah menyandang predikat Pelayanan Prima sejak 2021 dan ini harus dipertahankan untuk tahun berikutnya,” paparnya.
Menurutnya, capaian itu diakui Sofi menjadi kebanggaan tersendiri. Namun demikian, ia menyadari dalam dinamika masyarakat selalu ada celah untuk perbaikan. “Untuk itu kami selalu terbuka menerima masukan dari manapun guna terus meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat,” pungkasnya. (jo)







Komentar