JAKARTA – Tawuran antarkampung masih menjadi penyakit masyarakat yang sulit diatasi. Pemprov DKI Jakarta dalam upaya meredam kasus tawuran melakukan pendekatan humanis salah satunya membuka kesempatan kerja bagi para pemuda di kampung rawan.
Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong tiap wilayah yang sedang membuka job fair atau pameran lowongan kerja agar menginformasikan kepada warga yang tinggal di kampung rawan tawuran. “Tujuannya supaya para pemuda di kampung tersebut dapat terserap lapangan kerja sehingga tidak terpikir lagi terlibat tawuran,” kata Pramono usai Deklarasi Satgas Jaga Jakarta di Balaikota, Jumat (21/11).
Gubernur Pramono menyampaikan bahwa mulai sekarang para walikota, camat, maupun lurah melakukan sosialisasi kepada warga di lingkungan tertentu tiap ada gelaran job fair di wilayah masing-masing. “Termasuk jajaran Disnaker juga menyebarkan informasi lowongan kerja ke kawasan rawan,” tandasnya.
Menurut dia, jumlah peristiwa tawuran di Jakarta saat ini telah mengalami penurunan karena pendekatannya terhadap kelompok yang terlibat dilakukan tanpa harus diekspose. “Sekarang pendekatannya lebih bersifat kemanusiaan. Jadi, kalau dilihat sebenarnya tawuran sudah mengalami penurunan karena memang kami melakukan pendekatan pada kelompok-kelompok itu tanpa kemudian harus terekspose,” ujar Pramono.
Pemprov DKI juga berupaya menyalurkan energi masyarakat yang terlibat tawuran ke arah yang lebih positif dan produktif. Karenanya, ia berharap bursa kerja yang dibuka di berbagai wilayah kota administrasi dapat memberikan peluang bagi para anak muda tersebut untuk terserap dalam dunia kerja. “Kami juga memberikan kesempatan kepada kelompok ini untuk bisa ikut bekerja di Jakarta,” kata dia.
Sebelumnya, Pramono memimpin acara deklarasi Satuan Tugas (Satgas) Jaga Jakarta yang juga dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di halaman Balaikota DKI Jakarta. Salah satunya menyinggung soal penanganan tawuran pelajar ataupun antarkampung yang harus bisa ditangani dengan tepat.
Dalam deklarasi tersebut, Satgas Jaga Jakarta turut memberikan perhatiannya pada berbagai isu kerawanan, seperti tawuran, kriminalitas, konflik sosial, disinformasi, potensi radikalisme, hingga ancaman bencana seperti banjir, kebakaran, dan cuaca ekstrem. Rata-rata penyebab tawuran antarksmpung adalah banyak pengangguran maupun penyalahgunaan narkoba. (jo)







Komentar