oleh

Seni Sarat dengan Imajinasi

POSKOTA.CO – Seni refleksi kecerdasan. Mengapa demikian? Karena seni sarat dengan imajinasi. Imajinasi inilah kekuatan atas pengetahuan teknologi informasi yang dapat dilakukan masa lalu masa kini bahkan masa depan.

Kekuatan imajinasi digunakan untuk menyederhanakan, membuat model, menjabarkan bahkan mendetailkan semua bs dilakukan. Seni sebagai jembatan peradaban dan solusi atas berbagai kebuntuan kehidupan merupakan sesuatu yg solusi atau setidaknya jalan tengah untuk win win solution.

Seni dalam gerak, kata, nada suara, rupa yg dpt diperformancekan dimana saja untuk apa saja. Dari kritik hingga humor yg menghibur dapat diwadahi dalam seni. Membangkitkan minat seni dan melahirkan seniman seniman berkualitas diperlukan adanya literasi seni.

Kinteks literasi seni dalam hal ini adalah untuk merubah mind set. Membangkitkan untuk memahami, menghayati, mampu mentransformasikan dalam karya. Seni tanpa imajinasi mati atau bukan seni itu sebatas memindahkan sesuatu atau fenomena dalam media seni.

Seni membutuhkan kemampuan dalam bidang simbol dan pemaknaan. Menunjukkan atau mengurai makna di balik suatu fenomena. Memberikan pesan moral hingga etika atas hidup dan kehidupan. Memberikan pencerahan hingga menghibur atau membuat solusi bagi jiwa atau setidaknya dalam hati.

Seni memerlukan kepiawaian membangun atau menunjukkan sesuatu yg ikonik dari yg realis hingga abstrak. Dapat berupa karikatural hingga yg kartunal. Walaupun seni seringkali dilakukan di alam bawah sadar atau melepas belenggu ataupun memerdekakan namun passion atas seni sbg produk tetap akan menunjukkan benang merahnya yaitu kemanusiaan dan peradaban.

Seni dan senimannya akan saling berkaitan menjadi refleksi atas peradaban dan political will. Tatkala dalam kondisi sehat maka seni dan senimannya akan kuat. Demikian sebaliknya tatkala lemah seni dan senimannya berkutat bukan pd peradaban tetapi sebatas saling serang dan mengurusi hal hal yg jauh dr peradaban yg berarti jauh dari smart.

Art refleksi smart merupakan suatu tanda bahwa manusia senantiasa berpikir untuk menunjukkan eksistensinya. Untuk terus bertahan dan bahkan tumbuh dan berkembang.(CDL) Cikoko 15 maret 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *