oleh

PGLII Mendorong Komponen Bangsa Bersinergi Menghadapi Covid-19

POSKOTA.CO – Rasa kepedulian dan empati ditunjukkan Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) melakukan aksi peduli pandemi Covid-19. Kepedulian tersebut berupa bantuan alat pelindung diri (APD), sembako dan nasi bungkus yang didistribusikan ke rumah sakit dan masyarakat yang membutuhkan.

Ketua Umum PGLII Pdt Dr Ronny Mandang MTh menjelaskan, kepedulian tersebut merupakan bentuk nyata bahwa PGLII merupakan mitra pemerintah dalam mewujudkan tujuan berbangsa dan bernegara.

“PGLII sebagai lembaga gereja aras nasional sejak berdirinya telah menegaskan tujuannya yang antara lain bermitra dengan pemerintah untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Kebersamaan dengan pemerintah bukan hal yang baru tetapi senantiasa dibaharui sesuai perkembangan terkini dan dalam hal ini menghadapi pandemi Covid-19,” kata Pdt Dr Ronny Mandang dalam siaran pers yang diterima POSKOTA.co, Selasa (28/4/2020).

Ditambahkan Ronny Mandang, PGLII yang beranggotakan 93 sinode dan 65 lembaga mendukung langkah pemerintah dalam menghadapi Covid-19, untuk menyerukan agar umat Kristen mematuhi anjuran dari pemerintah dalam menghadapi Covid-19. Bukan itu saja, dalam berbagai kesempatan dan perayaan Paskah, PGLII kembali dalam surat penggembalaannya menyerukan gereja-gereja untuk beribadah di rumah, serta membuka gereja-gereja dan aset gereja dipakai pemerintah sebagai tempat menampung pasien pandemi Covid-19. “PGLII mendorong semua komponen bangsa bersinergi untuk menghadapi Covid-19,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Tim Nasional Gerakan Kasih PGLII Peduli Pandemi Covid-19 Deddy A Madong SH, MA mengatakan, PGLII memberikan bantuan berupa kurang lebih 15.000 masker dan 1.600 liter sanitizer sudah disalurkan ke sejumlah komunitas di seluruh Indonesia antara lain pondok pesantren-pondok pesantren, asrama-asrama mahasiswa dan masyarakat. Bahkan bantuan sembako dan beras sebanyak 650 kg, 1.000 makanan siap saji dibagikan kepada beberapa asrama mahasiswa di Jabodetabek, termasuk asrama mahasiswa Papua. Sebagai contoh mahasiswa Papua yang hendak magang tetapi batal karena Covid-19 dan terkendala kembali karena dikarantina. “Mereka sekarang tertahan di Bekasi. Kami memberikan bantuan berupa kebutuhan pribadi dan sembako,” ujarnya.

Selain itu, kata Deddy Madong, bantuan lain pun diberikan berupa sembako diberikan ke sejumlah asrama mahasiswa di Jakarta dan sekitarnya. “Mereka datang ke Jakarta untuk bersekolah, akibat Covid-19 terpaksa bertahan di asrama. Mereka ini tidak terdata di pemprov sehingga belum mendapat bantuan. Kami salurkan bantuan berupa kebutuhan dasar mereka, karena mereka tidak kembali ke daerah asalnya untuk mengikuti seruan pemerintah tidak pulang kampung atau mudik,” tuturnya.

Selain itu bantuan berupa sembako, beras, teko pemanas air, hand sanitizer dan masker sudah disalurkan ke sejumlah asrama mahasiswa di Jabodetabek, Pontianak, Tanjung Enim, Semarang dan daerah lainnya.

Sedangkan nasi bungkus, kata Deddy Madong, diadakan setiap hari di Posko Timnas Gerakan Kasih di Graha Kabar Baik, Jelambar, Jakarta Barat berlangsung setiap hari.

“Pada kesempatan sekarang, Timnas Gerakan Kasih PGLII Peduli Pandemi Covid-19 membantu mahasiswa di Asrama UKI Jakarta berupa sembako dan perlengkapan APD. Juga memberikan saluran APD Ke Rumah Sakit UKI peralatan medis untuk mendeteksi Covid-19,” ujar Deddy Madong ketua Pengurus Pusat PGLII Bidang Hubungan Antar-agama. (lian tambun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *