oleh

Pendidikan Seni di Ruang Publik

POSKOTA.CO – Ruang publik merupakan arena yang paling banyak dan sering dikunjungi atau menjadi sentra kegiatan sosial. Area publik semestinya menjadi ruang pembangunan peradaban. Sistem yg ada semestinya menjadi refleksi atas kepiawaian dan kecerdasan dalam menata keteraturan sosial, membangun ikon peradaban sekaligus juga untuk menjadi ikon kemanusiaan.

Kita dapat melihat kota Hirosima yg menjadi sasaran bom atom sekutu pada perang dunia ke dua pada th 1945. Pasca perang dunia kedua, Hirosima dibangun memorial park yg mjd ikon dunia. Penataan lingkungan demgan seni, tradisi, religi hingga teknologi menyatu.

Seni penataan lingkungan, dari penataan artefak gedung yg hancur hingga peralatan kehidupan sosial pd masa itu semua ditata dalam konteks seni. Ungkapan2 bela rasa kepada korban juga beragam ungkapan seninya.

Kita juga dapat melihat world trade centre memorial, gedung menara kembar yg diserang para teroris tanggal 11 September 2001. Tragedi kemanusiaan kini mjd kawasan yg ditata dg seni tinggi untuk mengenang kejahatan kemanusiaan. Di Indonesia kita dapat melihat musium bencana tsunami di Aceh. Lubang Buaya, dsb.

Seni di ruang publik selain menginspirasi mengedukasi juga menghibur. Misal saja di lorong2 subway dikota Moscow dihiasi mozaik2 yg memggambarkan masayarakat dg kebudayaannya. Mural yg digarap Diego Rivera pada gedung2 penting di mexico. Banner dan baliho2 karya maestro yg dipajang di alun alun kota di negara2 eropa.

Kegiatan peringatan2 hari kemerdekaan hingga peringatan hari besar keagamaan. Penataan dg seni akan menjadi ikon kota atau kawasan. Ruang publik semestinya dibangun sedemikian apik karena di sinilah cermin kewarasan politik. Standar bagi ruang publik mjd acuan standar2 lainnya termasuk pelayanannya. Seni di ruang publik akan menjembatani atas kualitas pelayanan publik.

Seni di ruang publik selain memberi ruang bagibseniman dan karya seninya juga merupakan apresiasi seni budaya bahkan mengedukasi kepada publik untuk semakin cinta seni budaya. Seniman memerlukan ruang ekspresi dan ruang interpretasi serta ruang apresiasi.

Area publik bervariasi namun prinsip menata dlm rekayasa sosial yg berbasis seni akan semakin menguatkan tumbuh berkembangnya peradaban. Area publik merupakan tempat menanamkan edukasi bagi daya tahan daya tangkal bahkan daya saing suatu bangsa. Patriotisme ini juga dpt ditanamkan melalui area publik. Dan seni akan mendukung dalam membangun suasana yg aman nyaman asri dan ngangeni.(CDL) Jkt 14 April 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *