oleh

Kekuatan Kita Bisa Merugikan Diri Sendiri

-Komunitas-66 views

walhi adPOSKOTA.CO – Dahulu kala hiduplah seorang laki-laki tua tinggal di kaki gunung dan sangat miskin. Dia tidak memiliki harta kekayaan apa pun. Gubuk jeraminya adalah satu-satunya yang dia miliki.

Suatu hari, dia mendengar bahwa di tetangga desanya hiduplah seorang yogi yang sangat hebat, yang memiliki kekuatan supernatural untuk menciptakan apa pun yang dia inginkan. Mendengar hal itu, lelaki sangat malas yang pingin hidup foya-foya pergi ke sana dan meminta yogi itu untuk menggunakan kekuatan supernatural demi mewujudkan impiannya tidak perlu bekerja lagi.

Dia melakukan perjalanan sangat panjang ke gua gunung tempat yogi itu tinggal. Ketika dia melihat yogi itu, dia bersujud. Yogi itu sangat baik, dan dengan sopan menjamu dia dan menanyakan tujuannya. Orang malas itu berkata, “Guru yang terhormat dan terkasih, aku ini orang yang sangat miskin. Selain gubuk jerami kecil, aku tak punya apa-apa lagi.

Sekarang aku sudah sangat tua dan tidak bisa bekerja, jadi mohon guru yang welas asih membantu saya. Berikan saya beberapa harta milik untuk dapat terus menjalani hidup. Aku tahu engkau memiliki banyak kekuatan supernatural. Engkau bisa dengan segera menciptakan apa pun yang engkau inginkan. Aku percaya engkau bisa membantuku.”

Yogi itu menutup matanya dan duduk di sana dengan tenang tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Mungkin dia terlalu lelah mendengarkan semua ini. Orang tua ini terus-menerus meminta kepadanya.

Setelah lama memohon, yogi ini memberi orang tua itu sebuah kursi dan berkata, “Setelah pulang, setiap kali engkau memikirkan sesuatu yang engkau inginkan, engkau bisa duduk di kursi ini. Tapi, engkau harus mencuci tangan, muka, dan mandi sebelum duduk di kursi itu. Lalu pikirkan apa pun yang engkau inginkan. Dengan cara ini, engkau pasti
akan memperolehnya.”

Setelah berterima kasih kepada yogi itu, orang tua itu membawa kursi itu dan segera bergegas pulang! Setelah tiba di rumah, dia tidak menyia-nyiakan waktu sedikit pun. Dia segera mencuci tangan dan muka, mandi, lalu segera duduk di kursi itu.

Pada saat itu dia sangat lapar, maka dia segera memikirkan tentang makanan. Lalu makanan segera muncul.
Oh! Makanan yang sangat indah, sangat enak, dan sangat berlimpah. Maka, dia menikmati semua makanan yang enak itu sampai sangat kenyang. Setelah makan, dia merasa lelah dan menginginkan sebuah ranjang untuk beristirahat. Segera sebuah ranjang dengan kasur tebal muncul.

Dia berbaring untuk tidur, namun dia tidak bisa benar-benar beristirahat karena dalam hatinya, dia selalu berpikir menginginkan berbagai hal dan uang. Dia melompat dari ranjangnya dan duduk di kursi itu. Sekarang dia mulai berpikir untuk mengubah gubuk jeraminya menjadi sebuah istana. Ketika dia memikirkan hal ini, gubuk jerami itu segera lenyap!

Istana orang tua ini sangat, sangat indah dengan batu permata di mana-mana. Pintunya terbuat dari emas. Lantai dan langit-langitnya terbuat dari emas, bahkan pilarnya dari emas bertatahkan permata, sangat berharga.

Karena itu, dia sangat gembira dan merasa sangat nyaman. Dia terus berpikir, “Ah! Tempat sebesar ini mestinya ada pelayan.” Dia baru saja berpikir dan banyak pelayan muncul untuk menunggu perintahnya. Kemudian dia berpikir, “Para pelayan, istana tidak bisa tanpa uang!” Dia memikirkan banyak emas, perak, dan uang.

Tiba-tiba semua ini muncul bersama-sama. Hal itu membuat orang tua ini sangat gembira. Namun, dia tiba-tiba menjadi khawatir. Dia berpikir, “Ah! Istanaku sangat indah, dengan begitu banyak harta kekayaan, jika kebetulan gempa datang, harus bagaimana? Istana dan harta kekayaannya lumat ke dalam tanah.

Apa yang ingin disampaikan cerita ini kepada kita? Pikiran kita harus bersih dan murni lebih dahulu. Tidak cukup baik memiliki kekuatan supernatural atau kekuatan dari latihan. Karena itu, kita harus membersihkan tubuh, ucapan, dan pikiran kita sebelum memiliki kekuatan itu.

Jika kita memiliki kekuatan itu, tapi tubuh, ucapan, dan pikiran kita tidak bersih, sila-sila tidak dijaga dengan baik, maka kita bisa melakukan hal-hal buruk. Kekuatan kita sendiri bisa merugikan diri kita. Terkadang kekuatan ini bisa merugikan orang lain. Karena itu, sejak dahulu kala, para guru itu, sebelum mengambil murid, akan menguji sang
murid untuk waktu lama sampai tubuh, ucapan, dan pikirannya benar-benar bersih sebelum memberi dia kekuatan.

Hati kita akan menjadi sangat baik, jika selalu memikirkan hal-hal yang positif. Begitu memikirkan hal-hal positif maka hal-hal positif akan datang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *