POSKOTA.CO – Tidak begitu sulit untuk mendapatkan sesuatu, tapi sulit untuk menjaganya. Kalian harus tahu apa yang harus dilakukan. Kalian harus membayar harga bagi segala sesuatu. Bukankah demikian? Jika kalian ingin memiliki sebuah Benz, kalian harus membayar kredit pinjaman selama beberapa waktu.
Benz juga minum bensin seperti ikan dan kalian perlu membayar banyak untuk asuransi. Kalian juga harus membayar banyak uang untuk pemeliharaan mobil itu. Jika kalian ingin terus memiliki Benz, kalian harus membayar harganya. Atau kalian bisa membeli mobil Yulong atau model lain.
Kalian menjadi ceroboh setelah kalian menikah. Kalian tidak merawat diri kalian. Maka, suami kalian lari dari kalian dan kalian datang menangis kepada saya. Apa gunanya menangis kepada saya? Kalian seharusnya pergi ke salon kecantikan dan menangis, lalu mereka akan membantu kalian dan membenahi kalian. (Semua tertawa).
Mereka akan memotong dan mengeriting rambut kalian, mengencangkan kulit kalian, memotong kelopak mata kalian, menyangga hidung kalian, dan membentuk kembali telinga kalian. Hal-hal
ini bisa membantu. Tapi, apa gunanya menangis kepada saya? Meski saya bisa memanggil angin dan hujan, saya tak bisa memanggil kembali suami kalian. Terkadang saat saya melihat kalian, saya juga ingin mencarikan istri lain untuk suami kalian. (Guru dan hadirin tertawa.) Kalian sendiri berantakan, tapi kalian masih memaksa suami kalian untuk mencintai kalian. Bagaimana mungkin?
Sekarang ini, baik istri maupun suami harus merawat diri mereka. Tubuh harus dibersihkan – sering mandi, menyikat gigi, dan berkumur dengan saksama. Temuilah dokter gigi atau dokter lain secara teratur. Cari tahu apa yang perlu diperbaiki dan perbaikilah. Kalian harus berpakaian rapi. Jika kalian berpakaian tidak rapi dengan pakaian usang, suami kalian bahkan tak ingin melihat wajah kalian.
Bagaimana dia bisa mencintai kalian? Gadis-gadis di luar, mereka tidak menikah. Karena itu, mereka menaruh banyak perhatian untuk memakai bedak, menyemprotkan parfum, mandi, menyikat gigi, mengunjungi salon kecantikan, dsb. Kalian harus merawat diri kalian, maka suami kalian akan mencintai kalian. Ini adalah diri kalian sebelumnya dan ini juga alasan suami kalian dulu mencintai kalian, ya kan?
Itu adalah masalah psikologis manusia. Itu sama bagi pria dan wanita. Tidak cukup punya satu karena satu orang hanya memiliki satu kualitas dan hanya baik dalam satu aspek. Misalnya, jika dia bisa memasak, maka dia tidak pandai membersihkan rumah. Dia mungkin tahu keduanya – cara
memasak dan membersihkan rumah, tapi dia mungkin tidak tahu cara mengerjakan hal-hal lain. Mungkin dia tidak tahu cara memakai rias wajah.
Bahkan pergi ke luar sekali-sekali dengannya akan membuat kalian kehilangan muka dan ingin menyembunyikan dia di suatu tempat. Saat dia berbicara dengan orang lain, mereka akan memencet hidung mereka karena dia berbau mengerikan. Terkadang jika tubuh berbau mengerikan atau berpakaian tidak rapi, semuanya jadi mengerikan. Selain itu, jika kalian juga tak bisa memasak, maka ‘Selamat tinggal!” (Hadirin tertawa.)
Kita tak bisa memaksa orang lain untuk mencintai kita, jika kita tak layak. Jika kalian gagal untuk menjadi suami atau istri yang baik, kalian harus merenung: “Mengapa aku gagal? Bagaimana aku bisa memperbaikinya? Bisakah aku berhasil lain kali? Mengapa aku tak bisa bekerja baik dalam aspek ini?” Jika kalian benar-benar tak bisa, maka berhentilah. Jika kalian bisa, maka tingkatkan diri kalian; belajar tekun sampai kalian berhasil.
Sesederhana itu! Mengapa suami kalian mencintai wanita lain? Kita tidak perlu membenci wanita itu. Kita seharusnya pergi dan belajar dari dia kelebihan apa yang mungkin dia miliki. Jika kalian mengenal wanita itu, pergi dan belajar apa yang membuat suami kalian menyukai dia, dan lakukan hal yang sama setelah kalian pulang; atau kalian berbuat lebih baik daripada dia.
Maka, suami kalian tentu takkan ingin meninggalkan kalian. Itu karena suami atau istri mencintai kita sehingga mereka menikahi kita. Di mana cinta itu lenyap? Tidak mungkin cinta itu lenyap seluruhnya. Kitalah yang tidak merawat pernikahan kita, atau kita tidak menaruh banyak perhatian terhadap hal itu, atau tidak mencintai suami atau istri kita, atau terlalu malas untuk meningkatkan diri kita. Belakangan kita menyadari bahwa itu adalah kesalahan kita; tapi sudah terlambat. (bersambung)







Komentar