oleh

Ayamku Sayang Ayamku Malang

 59 total views

POSKOTA.CO – Pada suatu pagi saya sedang mempersiapkan makan pagi tiba tiba suara dari HT terdengar perintah dari Sofala Province : ” agar petugas di post monitor Gorongosa mendatangi lokasi kecelakaan dari salah satu anggota pasukan PBB”. Perintahnya hanya itu dan tidak ada penjelasan di mana posisinya.

Saya bersama Mayor Burhan berangkat patroli dan membawa sarapan kami. Di mobil kami bergantian makan pagi. Arah kami ke enchopi persimpangan lalu lintas yang agak ramai dan ada polisi lokal. Jarak Gorongosa Enchopi kurang lebih 100 km yang melewati daerah Punggue.

Kawasan yang jembatannya putus akibat perang dan hanya disambung dengan kayu. Jembatan Punggue cukup tinggi. Kira kira 25 m dari permukaan sungai. Dari cerita orang orang lokal sungai Punggue banyak buayanya. Dongeng2 lokal membuat hati agak mak tratab.

Kami ini polisi bukan Joko Tingkir yang bisa menakklukkan buaya. Dan kami dengan sluman slumun slamet slamet seko kersaning Gusti Allah berulang kali lewat dengan selamat. Satu jalan kemudian kami sudah di enchopi. Saya tanya kepada warga masyarakat tidak ada yang tahu.

Bertanya kepada petugas polisi di pos polisi ternyata kosong. Tiba tiba ada pengemudi bus angkutan umum memberi tahu ada kecelakaan di daerah Chibabava. Dari Enchopi ke Chibabava kurang lebih 200 km. Dan kamipun nekat dan lupa membawa jerigen untuk cadangan solar. Kami terus berjalan ke arah Chibabava.

Brijen Pol Chryhnanda DL saat berpangkat Letnan satu Satu

Jalanan lurus tetapi debu di sana sini. Kami mencari cari informasi di sebelah mana kejadiannya. Setelah akan memasuki kawasan Chibabava kami di beritahu warga masyarakat ada kecelakaan di dekat sungai. Akhirnya kami menemukan tempat kecelakaan. Ada satu korban meninggal dunia dari orang lokal dan sudah dievakuasi.

Tinggal pengemudinya yang bernama Shaviq polisi PBB yg berasal dari Bangladesh. Sepertinya ia cidera pada leher. Kecelakaan itu kecelakaan tunggal. Shaviq seorang diri membawa beberapa orang lokal dan mobil terbalik di lembah tepi sungai. Kami tidak bisa mengevakuasi mobil karena kondisinya cukup parah dan terbalik.

Kami akan mengevakuasi shaviq ke kota Beira setidaknya ke komunitas polisi Bangladesh. Saat kami akan berangkat ke kota tiba tiba Shafiq berteriak :” my chiken… where my chiken…”. Tenyata Shafiq membawa 10 ekor ayam. Yg diikat kakinya. Karena tertimbun barang barang akibat mobil terbalik, ayam Shafiq mati semua.

Ia nampak sedih murung sambil menahan rasa sakitnya. Saya memdengar mayor Burhan berbisk : ” orangbini lebih mementingkan ayam daripada nyawa orang”. Dari lokasi kecelakaan sampai kota Beira kurang lebih 300 km. Sore menjelang magrib kami sampai ke Beira. Kami antar si Shafiq ke salah satu rekannya dari polisi Bangladesh.

Temannya hanya membuka separo pintu rumahnya dan dengan santai berkata : ” ok thank you, deliver Shafiq to UN housepital near the air port”. Tanpa basa basi ia kembali masuk ke rumah. Kami dongkol betul ini bangsa apa kok tidak ada jiwa korsa solidaritas sesama kontingen dari Bangladesh. Karena kasian Shafiq sudah mengerang erang kamipun menuju rumah sakit.

Sampai di rumah sakit baru saya melihat banyak sekali anggota pasukan PBB yg cidera. Ada yg patah tulang. Ada yg diamputasi. Itu membuat kami bersyukur hilang semua rasa lelah rasa lapar bahkan rasa dongkol. Setelah Shafiq ditangani secara medis kami menuju Indonesia House di Beira karena hari sudah malam.

Shafiq mwngucapkan terimakasih. Anehnya ia masih memikirkan ayamnya. Setelah beberapa minggu kami mendengar bahwa Shafiq harus mengganti kerugian 10.000 US dolar. Shafiq diputuskan bersalah karena tidak memiliki SIM dan mengemudikan kendaraan dinas UN tanpa ijin.

Kasian juga, kami tahu tim Bangladesh ke Mozambique memang mencari dolar. Mereka hidup amat sangat irit. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana sedihnya Shafiq. Ayamnya saja terus menjadi pikirannya apalagi tabungannya hars dipangkas karena kelalaianya.(cdl) Setelah alarm berbunyi Jakarta 11 pebruari 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *