oleh

Lulusan Institut STIAMI Diingatkan Sandiaga Uno Agar Jadi Pejuang

POSKOTA.CO-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan Institut STIAMI. Melalui videonya, ia mengingatkan bahwa hari ini menjadi hari yang amat berkesan karena telah berhasil menyelesaikan studi di tengah pandemi.

“Maka lanjutkan perjuangan untuk hadir menjadi solusi. Pejuang hari ini adalah pemenang masa depan, sukses dan terus penuh semangat,” kata  Sandiaga dalam wisuda ke-40 yang digelar Institut STIAMI dengan mekanisme Drive Thru yang diikuti oleh 1.557 wisudawan yang  berlangsung selama dua hari yakni 24-25 Maret 2021.

Sementara itu Rektor Institut STIAMI Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng, MM mengatakan, wisuda dengan mekanisme Drive Thru ini dipilih dengan pertimbangan sebagai jalan tengah atau solusi dari adaptasi terhadap situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Kegiatan dilakukan  dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah yang diberlakukan sejak tanggal 23 Maret sampai 5 April 2021.

“Mekanisme Drive Thru ditetapkan berdasarkan hasil musyawarah dengan mahasiswa bersama organisasi KM Institut STIAMI yang mendiskusikan pelaksanaan wisuda yang dapat memberikan rasa kepuasaan kepada para wisudawan,” kata Wahyudin.

Meski dilaksanakan dengan mekanisme Drive Thru, pelaksanaan wisuda tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Di mana prosesi wisuda dilakukan dengan cara yang singkat dan cepat, dimana setiap satu jam terdapat 50 sarjana mengikuti prosesi wisuda.

Rektor Wahyudin menyampaikan rasa syukurnya terhadap semua pencapaian yang diraih Institut STIAMI. Dari tahun ke tahun, kepercayaan masyarakat terhadap Institut STIAMI terus meningkat tajam. Terbukti dengan makin banyaknya jumlah mahasiswa Institut STIAMI.

“Saat ini kami memiliki mahasiswa sejumlah 10.706  mahasiswa yang terdiri dari Program Vokasi berjumlah 453 mahasiswa, Program Sarjana berjumlah 9.197 mahasiswa dan Program Pascasarjana sejumlah 1056 mahasiswa,” kata Rektor.

Kepercayaan ini tambah Wahyudin, akan dipertanggungjawabkan melalui komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas penyelenggrasan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat di Institut STIAMI.

Siap hadapi tantangan

Rektor menyebutkan tantangan perguruan tinggi selanjutnya adalah mengimplementasikan Kampus Merdeka – Merdeka Belajar di lingkungan Institut STIAMI yang merupakan  pedoman bagi pembangunan Sumber Daya Manusia. Kebijakan yang diluncurkan Mendikbud Nadiem Makarim tersebut  menjadi kunci tercapainya bangsa maju yang berkeadilan sosial melalui prinsip untuk meningkatkan relevansi perguruan tinggi dengan kebutuhan industri, dunia usaha, dan dunia kerja,  kebebasan perguruan tinggi untuk memilih keunggulan yang ingin dikembangkan, memprioritaskan sasaran agar perguruan tinggi dapat fokus pada agenda perubahan melalui agenda prioritas.

Guna menciptakan SDM yang unggul, Institut STIAMI tertantang untuk mewujudkan transformasi perguruan tinggi  sesuai dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi yang Unggul yang telah ditetapkan Kemendikbud. Indikator tersebut, diantaranya adalah kesiapan kerja lulusan melalui persentase lulusan yang berhasil mendapat pekerjaan, melanjutkan studi, atau menjadi wiraswasta/wirausaha.

“Misalnya kami melaksanakan Tracer Studi jumlah lulusan yang langsung bekerja kurang dari 6 bulan setelah lulus yang mencapai angka di atas 70 %. Ada juga bantuan Usaha Produktif dari Kemenkop UKM senilai Rp2,4 juta kepada 450 mahasiswa dengan total Rp1,08 miliar,” papar Deddy.

“Di luar kampus, mahasiswa kami berhasil menoreh prestasi gemilang seperti juara 1 Nasional Lomba Tax Essay  2020, penerima Hibah Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia 2020 berjumlah 2 tim,  juara 2 Kategori Industri Perdagangan dan Jasa Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia Expo 2020, juara 1 News Anchor Tingkat Nasional ASPIKOM 2020 dan lainnya,” tukas Rektor.

Selain berbagai pencapaian yang diraih mahasiswa, dosen Institut STIAMI juga berhasil meraih beberapa prestasi membanggakan. Misalnya dosen berprestasi atas pembimbingan kepada mahasiswa dalam Lomba Unram Tax Essay Competition (UTEC) 2020 yakni Pebriana Arimbhi, S.Sos., M.Si, Agus Subagiyo, S.AP., M.A., BKP dan Ratih Kumala, S.AP., M.A. Selain itu terdapat 11 dosen saat ini tengah melanjutkan studi Program Doktor dan 43 dosen telah tersertifikasi.

Sesuai dengan kebijakan Kampus Merdeka dan program menikah dengan dunia industri, Institut STIAMI  juga telah merekrut dosen-dosen yang berpengalaman di dunia industri maupun di pemerintahan dengan status sebagai Dosen NIDK dengan Nomor Induk Khusus. Harapannya dosen dari unsur praktisi dapat mempercepat proses transformasi informasi dan pengetahuan yang link and match dengan kebutuhan saat ini.

Institut STIAMI lanjut Rektor telah banyak melakukan kegiatan  riset dan pengabdian yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Diantaranya  penerimaan Pendanaan Penelitian Perguruan Tinggi Tahun 2021 melalui skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) dengan jumlah 16 Dosen dari Kementerian Ristek, pendampingan KUKM bekerja sama dengan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Kota Bekasi dan Tangerang Selatan, serta melakukan pendampingan SDM Desa Wisata di Desa Lengkong, Cigombong Kabupaten Bogor.

Untuk Program Studi Bekerjasama dengan Mitra Kelas Dunia diimplementasikan melalui kerjasama dengan mitra kelas dunia dalam hal pengembangan kurikulum, penyediaan program magang dan penyerapan lulusan dengan mitra. Misalnya kerjasama dengan Forum Human Capital Indonesia melalui Program  Magang Mahasiswa Bersertifikat di BUMN, serta kerjasama dengan PT. Tumurraya Jaya Lestari untuk penempatan lulusan Institut STIAMI bekerja seacara formal dan terampil di negara-negara Asia-Pasifik dan Timur Tengah.

Persentase program studi yang memiliki akreditasi atau sertifikat internasional yang diakui pemerintah, melalui Pelaksanaan Audit Surveillance Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2015 yang telah dilakukan pada tanggal 25 sd 26 November 2020, Pencapaian Akreditasi Program Studi S2 Ilmu Adminsitrasi yang dengan predikat Akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang ditetapkan pada Bulan November 2020, Pencapaian Akreditasi Program Studi D3 Perpajakan dengan predikat Baik Sekali dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang ditetapkan pada Bulan Maret 2021dan lainnya.

“Pencapaian-pencapaian di atas merupakan upaya kerja keras dari segenap Manajemen Insitut STIAMI yang masih perlu terus ditingkatkan apalagi dalam rangka mengejar target masuk dalam 100 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” tutup Rektor.

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam video sambutannya mengatakan sebuah kelulusan bukanlah akhir dari proses pendidikan. Wisuda justeru menjadi babak baru untuk belajar memanfaatkan ilmu dan menyelesaikan masalah yang dihadapi.

“Secara formal proses belajar di kelas telah selesai, tetapi proses belajar itu serjadi setiap hari, kapan saja, dimana saja,” kata Gubernur Anies.

Ia mengatakan bahwa pada setiap interaksi, terdapat hikmah yang bisa diambil. Karena dari sanalah akan ditemukan banyak inspirasi. “Inspirasi itu datang bukan dari meditasi, tetapi dari kegiatan interaksi baik di ruang kelas, di sekolah, di kampus maupun di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Gubernur Anies berharap Institut STIAMI akan semakin maju berkembang, makin menjadi wahana untuk menumbuhkan pribadi berkarakter mulia, memiliki kompetensi kelas dunia dan melakukan dorongan di tengah masyarakat.

Wisuda kali ini dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc., Ketua Pengurus Yayasan Ilomata, Drs. Amrullah Satoto, S.AB, M.A beserta  Sekretaris dan Bendahara Yayasan Ilomata, Ketua Pengawas Yayasan Ilomata, Fachry Effendi, SE, Ketua Senat Akademik Institut STIAMI, Prof. Dr. Muhammad Mulyadi, Ap, M.Si beserta Sekretaris dan Anggota Senat Institut STIAMI. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *