oleh

KKN DR Jurus Jitu di Tengah Pandemi Covid-19

-Kampus-79 views

POSKOTA.CO – Tiada rotan akar pun berguna. Itulah pribahasa yang layak diberikan kepada UIN SGD Bandung. Di tengah kondisi gonjang-ganjing digoyang Covid-19, kampus ini masih berani menurunkan ribuan mahasiswanya untuk melaksanakan KKN yang lokasinya tersebar di Indonesia dan luar negeri.

Berdasarkan pemantauan ribuan mahasiswa yang ber-KKN berasal dari delapan fakultas yang dimiliki oleh kampus tersebut. Mereka sejak Sabtu kemarin resmi dilepas rektor untuk menuju lokus KKN-nya yang dimotori 126 pembimbing lapangan.

“Seru juga KKN di masa Covid-19. Saya tak nyangka akan mengalami masa pandemik Covid,” kata seorang mahasiswa, Asep, saat dimintai komentarnya melalui seluler.

Ia menuturkan, KKN berbasis online memang baru dilakukan pada tahun ini. Kekuatan kegiatan ini sangat bertumpu pada online mulai dari proses hingga berakhirnya tugas nanti.

“Saya berpendapat ada kekurangan dan kelebihan antara KKN online dan KKN offline. Saya tidak mempersoalkan yang saya ingin rasakan kenikmatan dalam prosesnya,” pungkasnya.

Digelarnya KKN online mulai 25 Juli hingga 31 Agustus 2020 pada kondisi darurat seperti saat ini merupakan bukti nyata dan komitmen kampus UIN SGD Bandung yang tidak melupakan Tridaharma Perguruan Tinggi. Meski kondisi darurat akibat amarahnya sang Covid-19, KKN harus tetap dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Kondisi darurat seperti ini bukan berarti KKN dihentikan. Kami tetap menggelarnya dengan memegang teguh prosedur baku,” kata Dr H Aep Kusnawan selaku ketua pengabdian kepada masyarakat di sela-sela kesibukannya.

Pria asal Kota Gelendo Ciamis ini tidak menepis kalau wilayah Jabar masih belum stabil bahkan ada beberapa titik yang masih zona merah. Meski begitu, demikian Aep, dirinya dan rekan sudah merancang sistem KKN di tengah gejolak Covid.

“Dari kondisi seperti ini lahirlah konsep KKN DR yang berarti KKN dari rumah. Tapi tidak menghilangkan subtansi,” imbuh dia.

Kuliah Kerja Lapangan DR, merupakan kegiatan akademik perdana berbasis internet. Mahasiswa, panitia serta pembimbing lapangan beraktivitas berbasis internet yang dapat dilakukan melalui aplikasi yang sudah disiapkan.

Dengan demikian, tutur Aep, mahasiswa yang dipandu para pembimbing tentu dapat beraktivitas dengan baik sehingga memperoleh hasil sesuai harapan.

“Kekuatan pembimbing menjadi penyemangat mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmunya di tengah kehidupan sosial. Kami berharap KKN DR bisa menjadi rumus jitu KKN di tengah pandemi covid,” ujarnya.

Ribuan mahasiswa UIN kini sudah diturunkan di tengah kehidupan masyarakat yang sedang kalut oleh serangan Covid-19. Mahasiswa yang muncul di lingkungan sosial bukan berarti pahlawan yang siap berperang melawan Covid-19. Justru sebaliknya kehadiran mahasiswa dengan kekuatan ilmunya diharapkan dapat menjadi pelopor dalan mengatasi masah tanpa masalah dengan membangun kondisi masyarakat kembali adem, ayem dan tentrem. (dono darsono)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *