oleh

Tersangka Yuri Keberatan Atas Kesaksian dari Saksi Zaenal Tayeb, Hakim Minta JPU Hadirkan Penyidik Polisi.

POSKOTA.CO – Pengusaha yang juga mantan promotor tinju internasional Zaenal Tayeb dihadirkan di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar terkait kasus dugaan menyuruh memberikan Keterangan Palsu ke dalam Akta Autentik.

Dalam Sidang yang dilaksanakan secara daring atau virtual, Selasa 15 Juni 2021, Zainal dihadirkan untuk terdakwa Yuri Pranatomo (43). Dalam dakwaan melanggar pasal 266.

Saat diperiksa sebagai saksi, Zainal Tayeb yang telah menyandang status Tersangka dalam perkara ini memberikan keterangan yang berbeda dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP)

dimana saat majelis Hakim menanyakan menyangkut siapa yang memerintahkan terdakwa Yuri membuat draf perjanjian kerja sama pembangunan serta penjualan tanah, antara Zaenal Tayeb dan Hedar Giakoma Boy Syam yang menjadi pokok permasalahan.

Dari draff itulah kemudian dituangkan kedalam Akta Perjanjian yang dibuatkan ke notaris, ditandatangani oleh Zainal Tayeb serta saksi korban Hedar Giacoma Boy Syam.

“ Saksi, siapa yang memerintahkan terdakwa ini untuk membuat draf perjanjian ? Apakah saksi memerintahkan terdakwa mengkonsep drafnya?” tanya Hakim Ketua Hari Supriyanto.

“Tidak Pernah,” jawab Zainal Tayeb, juga saat ditanyakan apakah dirinya yang memberikan perintah agar terdakwa menyerahkan draf perjanjian tersebut ke notaris, Zainal Tayeb kembali mengelak.

Merasa ada kejanggalan Hakim Hari Supriyanto kemudian membacakan BAP.Dimana dalam BAP Penyidik, Zaenal mengaku bahwa dirinyalah yang memerintahkan Terdakwa membuat Draf Perjanjian Itu.

“Di BAP saudara saksi menyatakan memerintahkan terdakwa membuat draf, sementara di sidang ini, saudara menyatakan tidak. Mana yang benar keterangan saudara, yang di BAP atau di persidangan ini ? Kejar Hakim Hari Supriyanto.

 

Ditanya demikian, Zainal bersikukuh jika dirinya tidak pernah memerintahkan terdakwa membuat draf surat perjanjian itu. Hakim pun menunjukkan BAP yang ditanda tangani Zaenal.

Tanda tangan itu menunjukkan bahwa Zainal telah membaca serta mengerti isi BAP. “Setelah diperiksa penyidik, sebelum saksi tandatangani, apakah sudah membaca isi BAP ”, tanya Hakim.

“Saya tidak pernah baca BAP. Setelah diperiksa, BAP dibaca pengacara saya,” kilah Zaenal.

Lantaran Zaenal tetap kukuh dengan keterangannya, dipersidangan, hakim lalu memerintahkan jaksa penuntut umum (JPU) memanggil; penyidik polisi. “Jaksa, hadirkan penyidik polisi yang memeriksa saksi dalam BAP ini, ” tegas Hakim Hari Supriyanto.

Meski Zaenal mengelak, terdakwa yang nota bene mantan pegawainya menyatakan keberatan atas keterangan Zaenal. “ Saya keberatan yang mulia. Saya ( membuat Draf kerja sama) diperintahkan kedua pihak.yaitu saksi Zaenal serta saksi korban Hedar”, ungkap terdaklwa Yuri.

Selain itu dalam keterangannya zaenal mengakui, saksi korban ( Hedar Giacoma Boy Syam) telah melunasi pembayaran dari delapan SHM seluas 13.700 meter persegi. Harga permeter persegi 4,5 juta.

“Saya sudah membayar RP 61 Milliar dengan cara cicil sebelas kali’, dan sudah Lunas”, ungkap Hedar.

 

Namun setelah saksi korban membayar lunas dan mengecek keseluruhan luas tanah ternyata tidak sesuai dengan perjanjian. Dimana luas tanah setelah diukur hanya 8.892 meter persegi. Ungkap Hedar dalam persidangan,

“Sampai pembayaran lunas, saya tidak pernah ditunjukkan sertifikat aslinya”, tambah Hedar.

“Mengaku sudah berusaha untuk mediasi dengan Zaenal. Namun mengalami jalan buntu,” tambahnya.

Usai memeriksa saksi korban Hedar dan saksi Zaenal Tayeb sidang akan dilanjutkan, Kamis 17 juni 2021.

Sidang akan kembali menggagendakan keterangan saksi yang dihadirkan JPU AA Made Suarja Teja. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *