oleh

Tersangka YA Mengaku Tenggelamkan Anak Artis Tamara untuk Melatih Pernapasan

JAKARTA-Penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkapkan, tersangka YA menengelamkan korban Raden Dante dengan alasan melatih pernafasan.

Tindakan tersangka telah menyebabkan tewasnya anak artis Tamara Tyasmara yang tenggelam di kolam renang Palem, Duren Sawit, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

“Pengakuan tersangka akan dibandingkan dengan keterangan saksi-saksi termasuk  ahli berdasarkan analisis rekaman video,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra didampingi Kabid Humas Kombes Ade Ary Syam dan Kasubdit Jatanras AKBP Rovan Richard Mahenu di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/2/2024).

Padahal tersangka YA yang punya hubungan asmara dengan ibu korban diketahui tidak memiliki sertifikasi atau kualifikasi untuk melatih seseorang berenang maupun menyelam. Diakui, sebelumnya korban sudah beberapa kali berenang bersama YA.

Namun, lokasi berenang tidak selalu dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP). “Di TKP itu baru pertama kali,” ujarnya.

Diketahui, satu minggu sebelum kejadian Tamara bersama tersangka YA sempat berkunjung ke TKP untuk melakukan survei. Tujuan survei untuk memeriksa fasilitas dan kebersihan air yang berada di kolam renang tersebut.

Atas kasus tersebut, Kombes Wira mengatakan pihaknya mengindikasikan adanya dugaan pembunuhan berencana di kasus kematian Dante. Penyidik menjerat tersangka YA dengan Pasal 340 KUHP.

Penyidik lanjut Kombes Wira telah memiliki bukti yang mengindikasikan adanya pembunuhan berencana dalam kasus tersebut. Bukti itu nantinya akan dicocokkan dengan keterangan saksi maupun ahli.

Salah satu bukti adanya dugaan pembunuhan berencana ini didasari dari petunjuk kamera pengawas (CCTV). Tersangka YA dalam rekaman video terlihat sempat mengangkat korban ketika penjaga keselamatan (life guard) melewatinya.

Selain itu, sebelum menenggelamkan korban, tersangka melihat ke kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada orang yang melihat aksinya.

Tersangka menenggelamkan korban sebanyak 12 kali dengan durasi yang bervariasi, yakni 14 detik, 24 detik, 4 detik, 2 detik, 26 detik, 4 detik, 21 detik, 7 detik, 17 detik, 8 detik, 26 detik dan terakhir 54 detik.(Omi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *