BOGOR – Tak terima ditatap, tiga pemuda ini membacok seorang remaja di Kota Bogor. Usai membacok korban, ketiganya kabur. Namun polisi yang menerima laporan, lalu datang ke TKP.
Setelah keterangan didapat dan petunjuk dilokasi yang dihimpun polisi, akhirnya tiga pelaku ditangkap saat sedang santai disebuah rumah.
Sementara pemuda berinisial IA (19) yang menjadi sasaran pembacokan tiga pria saat mengendarai motor di Jl Kayumanis, Tanah Sareal, Kota Bogor, lalu dibawa ke rumah sakit, guna pertolongan medis.
“Iya peristiwa pembacokan dipicu tiga pelaku tidak terima korban menatap wajahnya. Para pelaku sudah ditangkap di rumahnya di Bogor,” kata Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Eko Agus, Senin 3 November 2025.
Menurut Ipda Eko, pembacokan terjadi ketika korban IA sedang berboncengan motor bersama rekannya usai membeli rokok pada dini hari.
Ketiga pelaku berinisial MYS (21), MF (19), dan RYF (18) yang berboncengan satu motor datang dan membacok korban, hingga melukai tangan kanannya.
Beberapa orang yang disekitar lokasi kepada polisi menuturkan, korban di perjalanan dibonceng temannya.
Namun di kejar tiga pelaku, lalu terjadi pembacokan ke arah bagian tangan kiri. Korban juga dikeroyok oleh ketiga pelaku.
Ketiga pelaku, sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.
Hasil penyelidikan, terungkap pembacokan dipicu pelaku tidak terima ditatap oleh korban.
“Alasan pelaku nekat bacok korban, karena tidak suka dilihatin mukanya. Jadi motif pembacokannya itu karena nggak suka dilihat aja mukanya, mungkin saling pandang (tatap) gitu,” katanya.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin datang menjenguk korban. Jenal mengetahui peristiwa ini usai mendapat aduan masyarakat via media sosial.
Saat didatangi orang nomor dua di Kota Bogor ini, korban mengaku sempat diintimidasi sekelompok orang yang mengaku anggota ormas.
“Yang datang tiga orang bersama keluarga pelaku. Jadi bukan ormas, malah kemarin ormas bantu cari pelaku. Tetapi Polresta gercep (gerak cepat) sudah menangkap pelaku,” ujarnya.
Dia mengimbau masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan kenyamanan wilayah melalui ronda serta menghindari keluar malam tanpa hal mendesak.
“Aktifkan ronda per RW, sesuai arahan Mendagri. Jangan keluar malam jika tidak urgent, ketika ada orang mencurigakan lebih baik hindari dan cari tempat ramai,” pinta Jenal. (yopy/fs)







Komentar