POSKOTA.CO – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi diminta untuk meninjau ulang semua kegiatan yang mengumpulkan banyak massa. Termasuk di antaranya CFD (Car Free Day), dan juga Bekasi Night Festival untuk ditunda. Hal ini mengingat sudah berjangkitnya wabah penyakit mematikan virus Corona di Indonesia termasuk di Bekasi.
Hal ini disampaikan anggota DPRD Kota Bekasi, Adhika Dirgantara SKom, terkait tetap akan diselenggarakannya CFD pada Minggu (15/3/2020). Untuk mengatasi agar wabah virus Covid-19 ini tidak menyebar lebih luas, semua kegiatan yang banyak mengumpulkan banyak massa lebih baik ditunda lebih dahulu saja.
“Oleh karenanya kita mendesak Wali Kota Bekasi untuk meninjau ulang dan menunda semua kegiatan yang mengumpulkan banyak massa. Hal ini termasuk di antaranya CFD dan juga Bekasi Night Festival,” ucap anggota DPRD Kota Bekasi dari FPKS ini, kemarin.
Menurut Adhika yang duduk di komisi III ini, virus Corona sudah dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO, maka penanganan, kewaspadaan dan pencegahannya harus lebih luar biasa. Nah, tentunya, respons kita harus cepat dan tegas agar penyebarannya tidak sampai seperti Italia yang 10.000 warganya terinfeksi dan 1.000 meninggal. Dalam hal ini negara Italia dalam status lock down.
“Di Malaysia penyebaran virus Corona terjadi di event keagamaan yang melibatkan ribuan massa. Jangan sampai hal yang sama terjadi di kota Bekasi,” katanya sambil menyebutkan kalau di Jakarta, Tangerang, Bogor, Surakarta mulai membatasi dan menunda event yang melibatkan banyak orang.

“Tentunya kita perlu mengedepankan kaidah menghindari kerusakan harus didahulukan daripada memperoleh kebaikan. Oleh karenanya kita mendesak walikota untuk sigap dan cepat merespon perkembangan terkait penyebaran Corona. Batalkan Bekasi Night Festival dan event yang melibatkan ribuan massa lainnya,” pintanya.
Dalam kaitan pencegahan penyebaran virus tersebut, pemerintah Kota Bekasi melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Stasiun Bekasi Kota pada Jumat (13/3/2020). Mulai dari kursi, pagar, lantai, atau semua benda yang bersentuhan langsung dengan pengunjung, disemprot cairan disinfektan itu.
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, penyemprotan disinfektan itu dilakukan lantaran adanya pernyataan resmi dari World Health Organization (WHO) yang menyatakan bahwa virus Corona sebelumnya berstatus epidemi kini berubah menjadi pandemi global. Penyemprotan di stasiun kali ini lantaran menjadi jalur paling berisiko terkontaminasi virus dengan nama resmi SARS-CoV-2.
Sementara Pemerintah Kota Bekasi tetap menggelar kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, pada Minggu (15/3/2020). Padahal, World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia sudah mengubah status virus Corona atau Covid-19 dari Public Health Emergency of International Concern menjadi Pandemi.
“Masih tetap ada kegiatan CFD,” kata Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat dikonfirmasi melalui sambungan selularnya, Sabtu (14/3/2020).
Dalam kegiatan CFD besok, kata Tri, Pemkot Bekasi akan menggandeng Kepolisian Resort Metro Bekasi Kota dan Kodim 0507/Bks. Hal ini bertujuan untuk menyosialisasikan agar tidak ada kontak langsung antar warga dalam kegiatan CFD, dan tetap pakai masker.
Sementara Wali Kota Bekasi telah mengeluarkan Surat Imbauan bernomor 440/1651/ Dinkes Tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan menghadapi virus Corona. Ia meminta agar masyarakat tetap tenang dalam menghadapi virus Corona.
“Pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan diri dan antisipasi terhadap kemungkinan yang akan terjadi,” kata Rahmat.
Dalam surat edaran itu, terdapat lima poin imbauan Wali Kota Bekasi, di antaranya masyarakat untuk berdoa dan zikir (bagi non-muslim berdoa menurut agama kepercayaan masing-masing. Begitu juga masyarakat diminta harus tetap menjaga pola hidup sehat dan bersih, menjaga asupan gizi yang cukup, berolahraga dan tetap tawakal. (budhi)







Komentar