oleh

Lima Begal Sadis Beroperasi Jalanan Ditangkap Polres Bogor

POSKOTA. CO – Lima dari tujuh pelaku begal jalanan diamankan Satreskrim Polres Bogor. Mereka di kejar hingga ditangkap, atas aksi mereka secara beruntun yang melukai sejumlah orang tak bersalah di jalan.

Polisi juga menangkap dua orang penadah barang hasil kejahatan. Sementara pelaku yang masih DPO, kini terus di kejar polisi.

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin didampingi Wakapolres, Kompol Wisnu, Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan, Kasie Humas, AKP Ita Puspita Lena dan Kapolsek Babakan Madang, Kompol Riki Wowor dilokasi kejadian di simpang Trumix, Sentul, Bogor Selasa 5/4/2022) mengatakan, aksi gerombolan kriminal jalanan ini sangat sadis.

Aksi gerombolan ini melukai seorang ojek online yang sedang mangkal di pangkalan Ojek simpang Trumix di Kampung Legok, Rt 001/005, Desa Kadumangu, Kecamatan Babakan Madang, dekat Tugu Pancakarsa, Sentul, Bogor.

Para pelaku mengendarai tiga motor berboncengan dengan arogan melawan arus lalulintas di jalan alternatif, Tugu Pancakarsa, Sentul.

Korban yang duduk menunggu penumpang, dihampiri para pelaku yang menenteng clurit. Pelaku yang merasa menguasai situasi, lalu mendatangi korban dan langsung membacok korban.

Usai melukai korban, pelaku lalu membawa kabur motor korban. Terakhir motor ojek online diamankan polisi.
Motor Honda Beat street warna hitam Nopol F 3796 FCH oleh polisi lalu dikembalikan ke korban Selasa (5/4/2022) siang di rumahnya.

Usai dari Sentul, para pelaku lalu hunting lagi ke wilayah Cileungsi. Disini para pelaku berhasil membawa kabur motor PCX warna hitam Nopol G 2516 AK, setelah ditinggal pemiliknya kabur, karena takut melihat senjata tajam yang di tenteng para pelaku saat mendekatinya.

“Para pelaku yang sudah kita amankan yakni RB (20), LL (23), DM (22), FM (24), FR (24) dan AH (17). Sementara yang masih DPO yakni TL (21), TK (19) dan TG (18). Mereka terus kami kejar,” kata AKBP Iman disimpang Trumix, exit tol Sentul.

AKBP Iman menegaskan, para pelaku beraksi sekitar pukul 00.30 WIB Senin (21/3/2022) saat melukai Eman Sulaeman (ojek online) yang sedang menunggu penumpang di simpang Trumix.

“Dari arah Jalan alternatif Sentul, atau arah berlawanan muncul tujuh pelaku berboncengan tiga motor. Pelaku langsung bacok badan, punggung, dan tangan korban. Setelah korban tak berdaya, pelaku membawa kabur motor korban. Para pelaku lalu melaju ke arah Cileungsi untuk mencari korban lain,” ujar Kapolres.

Sekitar pukul 02.30 WIB, tibalah pelaku di warung pecel lele di Kampung Cinyongsoh, RT 001/004, Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Dilokasi kedua ini, para pelaku mengancam pemilik pecel lele seafood dengan senjata tajam untuk menyerahkan HP nya.
Tak lama datang seorang konsumen yang menumpang motor PCX. Para pelalu mengancam pemilik motor dengan clurit. Merasa dalam bahaya, korban kabur meninggalkan motornya hingga akhirnya di kuasai para pelaku.

Para pelaku diburu hingga ditangkap di beberapa daerah. Mereka menyebar ke beberapa kota guna mengjindari kejaran polisi.
Para pelaku ditangkap secara beruntun sejak tanggal 31 Maret 2022. Pertama yang ditangkap yakni FM dan FR yang diamankan ditempat persembunyian di Jati Sampurna, Kota Bekasi.

Dari pengakuan dua tersangka ini, polisi lalu menangkap LL saat berada didepan PT Nipres, Klapanunggal.
Setelah LL, polisi terus bergerak hingga kembali menangkap RB di Kampung Parung Tanjung, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri.
Setelah itu polisi kembali menangkap AH di Wanaherang dan DM di Kahuripan. Para pelaku yang ditangkap, kini berada di Mapolres Bogor, guna menjalani pemeriksaan.

“Para pelaku di ancam pasal 365 ayat 2 KUHP dengan ancaman pidana penjara 12 tahun,” tegas AKBP Iman.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Siswo DC Tarigan menambahkan, TG yang kini masuk DPO dari pemeriksaan sementara, yang membacok korban dua kali dibagian perut.

“Sementara AH yang masih berusia dibawah umur yakni 17 tahun, ikut melakukan aksi kejahatan. Ia masih berstatus pelajar,” kata AKP Siswo dilokasi.

Menurut AKP Siswo, pelaku FM adalah buruh lepas yang menadah HP, barang kejahatan para pelaku. Sedangkan FR, adalah penadah motor korban yang akhirnya disita polisi dan dikembalikan ke pemiliknya.

Sementara pelaku DM diketahui memiliki peran sebagai joki motor dalam setiap aksi kejahatan. Sedangkan pelaku LL, mahasiswa yang pernah ditahan di LP Pondok Rajek tahun 2020 atas kasus 362 KUHP adalah pemetik motor korban.

“Pelaku RB, warga Gunung Putri yang berstatus mahasiswa ini adalah pelaku yang membacok korban menggunakan clurit,” ujar AKP Siswo, Kasat Reskrim Polres Bogor. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.