oleh

Ibu yang Membuang Bayi Ditangkap, Ngaku Dihamili Kekasihnya di Jakarta

POSKOTA. CO – Asisten rumah tangga berurusan dengan polisi setelah ditangkap atas perbuatannya membuang bayi hasil hubungan gelapnya. ES (33) dibekuk Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Bogor Utara setelah melalui penyeledikan atas temuan jasad bayi perempuan di Perumahan PDK, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Kapolsek Bogor Utara, Kompol Ilot Juanda mengatakan pelaku merupakan Warga Cigudeg, Kabupaten Bogor.
ES bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Ciparigi. Ia ditangkap, Kamis (12/11/20) setelah penyidik yang datang kelokasi melakukan olah TKP melihat rekaman CCTV milik warga disekitar lokasi kejadian.

Menurut Kapolsek, dalam pemeriksaan sementara, pelaku mengaku memiliki hubungan gelap dengan seorang asal Jakarta sejak Januari 2020 lalu. Dan janin bayi yang dibuangnya merupakan hasil dari hubungan gelapnya dengan seorang pria yang berinisial RHT.

“ES berpacaran dengan RHT. Mereka sudah lima bulan menjalin cinta. Kata pelaku, dari Januari sampai dengan Mei 2020, mereka pacaran,” kata Kompol Ilot Jumat (13/11/2020) kepada wartawan di Mapolsek Bogor Utara.

Hubungan cinta antara ES dan RHT makin dekat dan inten pertemuan tiap hari minggunya. Pelaku mengaku, kekasihnya RHT sering menjemput dirinya di rumah kontrakannya yang terletak di Ciparigi.

Dari Ciparigi, keduanya pergi menuju kediaman RHT yang berada di daerah Cijeruk. “Kami melakukan hubungan badan setiap hari minggy di rumah RHT,”ujar ES ke penyidik.

Namun, setelah lima bulan berpacaran dan sudah berkali-kali terjadi hubungan suami istri, RHT memutus hubungan cintanya dengan pelaku. “Jadi di bulan Mei 2020, setelah tau saya hamil, RHT minta putus. Saya panik karena malu,”kata ES ke polisi.

Kapolsek menegaskan, selama masa kehamilan, pelaku sengaja merahasiakan kehamilannya kepada siapa pun, termasuk mantan kekasihnya.

Sekitar bulan November, tepatnya tanggal 7 November 2020 pukul 08.00 WIB ES mengalami rasa sakit di perutnya.

ES lalu meminta sang ayah untuk membelikan obat lambung. Setelah meminum 1 sendok makan obat lambung itu, rasa sakit ES malah semakin bertambah.

Ditengah rasa sakit yang begitu hebat, bayi yangdi kandung ES keluar dan jatuh ke Closet. Kemudian ES mengangkat janin tersebut dan membersihkannya. “ES melakukan persalinan tanpa dibantu siapapun dan tanpa diketahui oleh siapapun,” ujarnya.

Setelah melakukan persalinan seorang diri, janin bayinya itu dibungkus plastik dan diamankan dilemari baju yang berada dikamar.

ES sempat menyimpan Janin bayi tersebut selama 3 hari, kemudian pada Selasa, 10 November 2020 ES membuang Janin bayi tersebut di selokan hingga akhirnya pada
esok harinya yakni Rabu (11/11/20), jasad bayi yang dibuang ditemukan oleh warga.

Diberitakan sebelumnya, warga Perumahan PDK digegerkan dengan adanya jasad mayat bayi perempuan yang ditemukan sudah membusuk, Rabu (11/11/20).

Jasad bayi tersebut pertama kali ditemukan anak-anak yang sedang bermain sekira pukul 14.00 WIB. Ketika itu, mereka mencium bau busuk dari kardus di pinggir jalan.

“Ada anak-anak lagi main, mereka mencium bau busuk dari kardus. Begitu dilihat isinya ada mayat bayi,” ujar Paur Subbag Humas Polresta Bogor Kota Ipda Rachmat Gumilar.

Hasil olah tempat kejadian sementara, mayat tersebut masih berusia 7-8 bulan kandungan dengan kondisi terbungkus plastik dan kardus. Diduga, bayi itu korban aborsi oleh orangtuanya dan sengaja dibuang.
“Masih janin, diduga korban hasil aborsi,” tambahnya.

Menurut Rahmat, jasad mayat bayi tersebut langaung dibawa ke RSUD Kota Bogor untuk kepentingan outopsi. Polisi sedang melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan orangtua bayi maupun pihak lain yang terlibat dalam kasus ini.

“Sekarang mayatnya sudah dibawa ke rumah sakit. Kami masih kumpulkan bukti-bukti dan saksi untuk mencari orangtua atau yang terlibat,” ujarnya. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *