oleh

Cekcok di jalan, Pengendara Sepeda Motor Tewas Ditikam

POSKOTA. CO – Dua pengendara motor ribut di jalan raya. Keributan ini berakhir setelah satu tewas akibat penusukan oleh satu pelaku.

Kesalahpahaman berujung maut dua pengendara motor ini berlangsung di Jalan Raya Cibanteng, tepatnya di Kampung Cibanteng Babengket, Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kamis (13/1/2022).

Sebelum adu mulut di jalan raya, dua pengguna jalan ini saling kejar-kejaran dari arah Bogor menuju Leuwiliang. Saat melewati Jalan Raya Cibanteng, keduanya menepi dan langsung terlibat adu mulut.

Salah satu pengendara motor yang belum diketahui identitasnya tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam berupa pisau, dan menusukannya ke pengendara lain.

Usai melukai korban, pelaku berusaha kabur. Namun aksi meloloskan diri gagal, karena ditangkap warga. Sebelum ditangkap, pelaku sempat membuang pisau, guna menghilangkan barang bukti. Pelaku yang tertangkap, lalu dihakimi warga. Pengadilan jalanan ini mengakibatkan pelaku menderita luka.

Dari keterangan seorang pengguna jalan, pisau yang dibuang pelaku, ditemukan disamping warung kelontong masih penuh darah. Sedangkan korban penusukan yang hendak dibawa ke RS Karya Bhakti Pertiwi. Namun nyawanya tak tertolong akibat luka terbuka di bagian pelipis kiri, yang mengeluarkan banyak darah.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Siswo DC Tarigan saat di konfirmasi mengatakan, kejadian ini berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB.

Dari hasil olah TKP, korban diketahui Andri Supriyadi (47), warga Jalan Kolonel Enjo Martadisastra, RT 004/012, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Sementara pelaku penusukan diketahui bernama Fahrul Rozi (25), warga Desa Nagar Agung, Kecamatan Buay Runjung, Kabupaten OKU Selatan, Provinsi Sumatra Selatan.

“Pelaku melakukan penganiayaan dengan menggunakan pisau terhadap korban sehingga mengakibatkan luka robek dikepala bagian samping dan belakang. Korban meninggal dunia,” kata AKP Siswo.

Selain pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa, 1 sepeda motor Jenis Honda Karisma Nopol F 6840 CF milik korban dan 1 unit sepeda motor Jenis Honda Beat Street Nopol F 2491 FDB milik tersangka serta 1 senjata tajam jenis pisau gagang kayu milik tersangka.

Menurut AKP Siswo, penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan korban meninggal dunia bermula saat tersangka sedang naik sepeda motor miliknya dari arah Dramaga menuju Leuwiliang. Saat di TKP, pelaku menyalip motor korban.  Korban yang merasa tersinggung, lalu memaki tersangka sambil melakukan upaya pengejaran.

“Saat berhenti, korban memukul pelaku dengan menggunakan tangan kosong.  Kemudian dibalas oleh tersangka dengan cara mengambil pisau dari dalam bagasi sepeda motor miliknya yang sudah tersedia sehingga terjadi penusukan ke arah bagian kepala dan korban meninggal dunia,” ucapnya.

Petugas lalu membawa korban ke RS Karya Bhakti Pertiwi untuk dilakukan autopsi. Sementara tersangka, kini sudah diamankan di Polsek Ciampea. (yopi/bw) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *