oleh

Sektor UMKM Dapat Menjadi Penyelamat Keterpurukan Ekonomi Nasional

POSKOTA.CO-Dampak pandemi Covid-19 membuat  perekonomian Indonesia cukup terpuruk. Dalam  kondisi seperti saat ini ternyata  masih ada harapan Indonesia untuk bisa selamat dan tidak terus mengalami keterpurukan yakni melalui pemberdayaan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Ditengah ketidakpastian seperti saat ini, saya yakin sektor UMKM masih bisa bergerak lincah sebagai pondasi perekonomian nasional dan berkontribusi kepada kebangkitan ekonomi kedepan,” kata Pengajar  Universitas Prof. DR Moestopo (Beragam)  DR. Ade Soeharsono. SE, MM,SH, MH, M.Si yang juga  Mantan Kadinas UMKM Prov. DKI Jakarta, Kamis (10/06/2021).

Menurut Ade, dalam beberapa hal peran UMKM sangat strategis seperti perluasan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja, pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), menjadi jaring pengaman bagi masyarakat berpendapatan rendah, serta sebagai pelaku kegiatan ekonomi disektor produktif.

Data di Kementerian Koperasi dan UMKM tahun 2020 disebutkan  bahwa,  jumlah UMKM di Indonesia lebih dari 64 juta. “Jumlah ini tentu mampu menyerap tenaga kerja yang cukup besar,” tegas Ade.

Kontribusi penting UMKM lainnya terhadap perekonomian nasional diantaranya sebagai sarana pemerataan ekonomi rakyat. Dalam hal ini UMKM dianggap penting dalam pemerataan tingkat perekonomian rakyat lantaran keberadaan mereka yang cukup luas di berbagai tempat. Keberadaan UMKM  di berbagai pelosok negeri akhirnya dapat mencegah urbanisasi masyarakat yang ingin mencari kehidupan yang lebih layak di kota.

“Jika kehidupan mereka dipelosok negeri sudah cukup baik, untuk apa memaksakan diri datang ke kota yang belum tentu  akan mengubah nasib mereka menjadi lebih baik,” tambah Ade.

Disamping itu UMKM juga dapat menjadi sarana mengentaskan masyarakat dari kemiskinan. Hal ini disebabkan sektor UMKM mampu menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang cukup banyak sehingga dapat menjadi sandaran hidup bagi banyak keluarga.

Bahkan jika dibina dan difasilitasi dengan cukup baik tidak menutup kemungkinan sektor UMKM dapat menjadi sumber devisa negara yang cukup menjanjikan. Pasalnya tidak sedikit dari mereka yang  mampu menghasilkan produk yang dapat diterima pasar ekspor.

Untuk itu ada beberapa hal dari UMKM yang perlu mendapatkan perhatian yakni peningkatan kecakapan dan kemampuan  mereka dalam mengelola usaha, mengakses pembiayaan, serta mengakses pasar yang lebih luas.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan pemerintah guna membantu agar UMKM lebih kuat dan mandiri diantaranya dengan meningkatkan kompetensi usaha mereka. Misalnya dengan memperbaiki tampilan produk, mengarahkan ke model usaha digital sehingga produknya bisa dijual melalui e-commerce, serta mendorong dan membantu mereka agar dapat menembus pasar internasional.

“Selama pandemi Covid-19 pertumbuhan e-commerce sektor UMKM cukup tinggi. Tentunya momentum ini perlu kita dorong agar pertumbuhannya lebih meningkat lagi,” ujar Ade.

Dengan volume usaha yang sedemikian besar tentu bukan hal yang mustahil jika UMKM bisa menjadi andalan dalam mendorong  pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu hal-hal yang menjadi kendala pertumbuhannya perlu terus diupayakan untuk mengatasinya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *