POSKOTA.CO – Tingginya ketergantungan Indonesia terhadap ‘Negeri Tirai Bambu’ Tiongkok, berpotensi menurunkan kinerja ekspor dan impor di tengah merebaknya virus Corona (Covid-19)
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengingatkan pemerintah untuk mencari mitra dagang selain Tiongkok guna menghadapi tantangan defisit neraca perdagangan.
Dikatakannya, virus Corona membuat permintaan ekspor dan impor dari dan ke Tiongkok merosot tajam.
Akibatnya untuk ekspor, barang hasil industri manufaktur diarahkan ke pasar domestik. “Pemerintah jangan bergantung sepenuhnya pada Tiongkok atau satu negara saja,” kata Faisal.
Faisal membenarkan mencari mitra dagang bukan pekerjaan yang mudah. Harga yang murah membuat pemerintah lebih memilih produk-produk Tiongkok untuk mengisi kebutuhan dalam negeri.
Namun demikian, langkah untuk memperkuat pasar dalam negeri maupun diversifikasi negara tujuan ekspor dan impor mau tidak mau harus dilakukan.
“Banyak kok negara lain yang berpotensi menjadi pangsa pasar untuk menggantikan posisi Tiongkok secara bertahap, misalnya India, Negara Timur Tengah, dan Australia,” paparnya.
Indonesia dapat mengimpor kebutuhan pangan seperti bawang putih dari India atau gandum-ganduman dari Australia.
Di sisi lain, pemerintah juga harus memaksimalkan misi dagang ekspor ke negara Timur Tengah dan Afrika untuk menawarkan komoditas dalam negeri.
“Mencari pasar baru memang tidak mudah. Namun, hal itu bisa dilakukan karena hambatan nontarif di negara-negara berkembang tidak kompleks seperti di Uni Eropa. Kuncinya mau tak mau ya diversifikasi,” imbuhnya.
Pemerintah juga harus memikirkan pasokan bahan konsumsi, khususnya pangan, jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri yang akan dimulai pada akhir April 2020.
Pasokan jelang hari besar keagamaan nasional menurutnya bukan isu baru, tetapi tidak pernah selesai sampai sekarang. Pemerintah harus putar otak untuk mencari bahan pangan dari negara lain. Harganya mungkin tidak semurah Tiongkok, tetapi kebutuhan masyarakat mau tak mau harus dipenuhi. (r)







Komentar