oleh

Bulog Prediksi Hingga Mei 2021 Akan Miliki Stok Beras 1,4 Juta Ton

POSKOTA.CO-Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas)  mengungkapkan hingga Mei 2021 stok beras digudangnya diprediksi mencapai 1,4 juta ton. Pasalnya pada panen raya kali ini pihaknya masih terus melakukan penyerapan beras petani.

“Penyerapan masih terus berlangsung sehingga saya prediksi hingga bulan Mei mendatang setidaknya kami telah memiliki stok sekitar 1,4 juta ton,” kata kPaling tidak prediksi saya bulan Mei hingga Juni nanti kita sudah bisa capai 1,4 juta ton,” kata Buwas  dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Senin (27/3/2021).

Menurut Buwas, saat ini stok beras yang ada di gudang Bulog di seluruh Indonesia sudah mencapai angka 1 juta ton. Jumlah tersebut berasal dari 800 ribu ton stok beras yang sudah ada di gudang Bulog ditambah 200 ribu ton hasil serapan panen raya petani.

Saat ini panen raya masih berlangsung

Dengan demikian diperkirakan hingga Mei nanti penyerapan akan bertambah hingga 400 ribu ton yang akan dijadikan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Jadi stok beras CBP sebanyak 1,4 juta ton yang ada di gudang Bulog sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Sampai saat ini Bulog  terus melakukan penyerapan  setiap hari rata-rata  10 ribu ton dan sudah menyerap 200 ribu ton. Dalam  dua hari di bulan Maret ini kurang lebih akan bertambah 30 ribu ton.

Dengan demikian, jumlah serapan Bulog pada Maret 2021 ini lebih banyak dibandingkan dengan serapan di bulan yang sama pada 2020 dan 2019.

Pihaknya telah menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo sendiri telah memprediksi serapan gabah dan beras diperkirakan sampai Juni. Karenanya, pihaknya akan terus menyerap hingga panen terakhir pada Juni, kemudian setelahnya dievaluasi kembali mengenai stok CBP yang dimiliki oleh Bulog.

Dia juga menyampaikan  bahwa rencana impor beras sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Perdagangan merupakan bentuk antisipasi apabila kondisi stok beras di dalam negeri menipis dikarenakan faktor cuaca yang memengaruhi panen padi.

Pada Juni mendatang akan dilakukan evaluasi kembali mengenai stok beras di dalam negeri. Namun, kata Buwas, pihaknya meyakini akan ada panen padi yang terjadi pada Agustus hingga September meskipun jumlahnya tidak akan sebanyak panen raya saat ini.

Untuk melaksanakan kebijakan impor beras pihaknya tidak akan  berandai-andai melainkan harus berdasarkan data yang valid. BPS sendiri  memprediksikan pada Agustus hingga September akan ada lagi panen raya lagi meski jumlahnya tidak sebesar saat ini. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *