oleh

Tokoh Batak Batam Rasmen Simamora Ajak Masyarakat Dukung Pilkada Kepri yang Aman dan Nyaman

BATAM – Pemilihan kepala daehan (pilkada) serentak tinggal beberapa bulan lagi digelar di seluruh daerah di Nusantara. Untuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) beberapa kandidat sudah muncul di kalangan masyarakat, baik untuk bakal calon gubernur di Kepri ataupun bakal calon wali kota di Batam.

Diketahui proses sudah mulai berjalan, bulan Agustus nanti proses pendaftaran dimulai, September penetapan pasangan calon dan pelaksanaan kampanye. Bulan berikutnya pelaksanaan pemungutan suara diteruskan ke perhitungan suara ditetapkan 27 November 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Untuk itu mari kita ciptakan pilkada yang damai di Kepri, damai itu semua bersumber dari kita masyarakat,” kata salah satu tokoh batak di Batam Rasmen Simamora SH, MH kepada POSKOTAONLINE.COM di kawasan Nagoya Batam, Selasa (4/6/2024).

Menurut Rasmen, suku Batak sudah banyak berdomisili di Batam dan wilayah lainnya di Kepri. Selain orang tua para perantau, generasi mudanya juga sudah ada yang lahir di Kepri. “Batak harus menjadi garda terdepan menjadi juru damai membawa kenyamanan,” tambah Rasmen, purnawirawan Polri pernah menjabat wakasat Reskrim di Polresta Barelang yang saat ini menjadi pengacara di Batam.

Disinggung terkait persoalan yang viral caleg dari suku Batak saling lapor ke Mahkamah Partai pada bulan lalu, Rasmen berharap agar tokoh batak, orang tua, generasi muda (naposo) yang tidak ada sangkut-pautnya dengan persoalan caleg partai untuk tidak memberikan pernyataan saling menyalahkan.

“Ini urusan perselisihan di internal antara sesama anggota di satu partai, biarkan mahkamah partai yang memutus. Jangan tarik persoalan kedua anggota partai yang berselisih seolah menjadi wahh…, sehingga organisasi, paguyupan atau kumpulan orang Batak yang disalahkan. Ini tidak pas dan kurang baik menurut saya,” tegas Rasmen.

Rasmen juga mencotohkan, pernyataan seseorang di media yang kurang tepat seolah dirinya mewakili satu wilayah atau daerah asal orang Batak. “Saya orang Batak berasal dari Humbang Hasundutan (nama salah satu kabupaten di Sumut-red), di Batam kita memiliki beberapa ikatan keluarga besar orang Batak, ini yang harus kita besarkan atau angkat, bukan saling menyalahkan, apalagi seolah menjadi ketua dari Humbang Hasundutan, ini yang tak pas kali kurasa,” terang Rasmen Simamora.

Terkabar bulan Mei 2024 lalu, caleg dari PDI Perjuangan, Udin Sihaloho SH, yang saat ini masih anggota DPRD Kota Batam melaporkan rekan separtainya Sahat Sianturi dan anaknya Gabriel Sianturi ke Mahkamah Partai. Pihak yang dilaporkan pun melapor, terjadi saling lapor, laporannya terkait kecurangan pemilihan calon legislatif 2024.

Sahat Sianturi SH adalah salah satu caleg terpilih untuk duduk di DPRD Provinsi Ķepri periode 2024-2025. Sedangkan Udin Sihaloho SH dan Gabriel Sianturi sama-sama tidak terpilih atau gagal menduduki kursi DPRD Kota Batam periode 2024-2025. Ketiga nama yang berselisih ini adalah anggota PDIP.

Walau sudah terlaksana panggilan sidang oleh Mahkamah Partai, dimungkinkan karena ini menyangkut perselisihan di internal partai, putusan bagi ketiga anggota PDIP ini, Sahat Sianturi dan anaknya Gabriel Sianturi serta Udin Sihaloho hingga saat ini belum terdengar hasil putusan sidang Mahkamah Partai. (*/ferry)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *