POSKOTA.CO- Warga Pantura mendesak janji Bupati Subang H.Ruhimat untuk segera merealisasikan pemekaran Kabupaten Subang untuk secepatnya dilaksanakan, Senin (21/9/20)
Di ruang Kerjanya Ketua DPRD Subang Narca Sukanda menyebutkan desakan warga Pantura untuk memisahkan diri dari Kabupaten Subang dilatarbelakangi soal janji politik Pilkada Subang 2018 Pasangan Jimat Akur yang kini sudah menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati.
“Di mana pada saat Kampanye mereka menjanjikan akan mengakomodir keinginan warga Pantura yang ingin pisah dari Kabupaten Subang,” kata Narca.
Dampak pemisahan ini akibat kurang adilnya dalam pemerataan pengangkatan para pejabat eselon dua yang berperan dalam pembangunan.
“Pelaksanaan pembangunan yang dinilai warga Pantura juga kurang merata di mana tingkat kerusakan Jalan saat ini di Pantura sudah lebih dari 60 persen,” Kata Narca.
Menurut Narca wajar kalau ada warga yang rasa tidak puas seluruh rakyat Pantura menyampaikan aspirasinya kepada DPRD dan Pemerintah.
Akan tetapi untuk Pemerintah Kabupaten Subang tetap merespon atas usulan masyarakat dengan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta untuk melakukan kajian dalam hal kelayakan dan tidaknya menjadi Kabupaten Pantura.
“Anggaran tersebut di antaranya untuk membiayai konsultan yang akan melakukan kajian nantinya setelah anggaran tersebut disahkan dan Konsultan yang mendapatkan tendernya,” kata Narca.
Perihal tuntutan terkait masalah kurang pemerataan pembangunan di wilayah Pantura, menurut Narca sebenarnya kalau dilihat dari segi plafon anggaran cukup merata ,namun yang menjadi masalah dari kultur tanah saja.
Jika di wilayah selatan pembangunan jalan karena kultur tanahnya bebatuan dan daerah padat sehingga satu kali pembangunan jalan bisa bertahan beberapa tahun ,sedangkan di wilayah Pantura Subang, diakibatkan kultur tanahnya yang lembek sehingga jika pembangunan jalan dengan hotmik atau pengerasan hanya bertahan beberapa bulan saja.
Menurut Narca. Mulai tahun anggaran 2021 pihaknya telah meminta kepada pemerintah untuk membangun jalan di daerah Pantura. Dengan Pembangunan sistem betonisasi agar bertahan cukup lama.” terang Narca.
Sementara Kepala Dinas PUPR Kabupaten Subang ,Ir.Besta Besuki, mengatakan jika warga Pantura berbicara kurang merata dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Subang justru malah sebaliknya.
Namun yang menjadi persoalannya kenapa pembangunan jalan di Pantura cepat rusak.
Di antaranya yang paling utama banyaknya kendaraan truk yang membawa muatan gabah jika di musim panen terlalu melebihi tonasenya, yang kedua tidak dipungkiri akibat kondisi tanah yang labil.
Sehingga dengan dibangun seperti apapun jika kondisi tanah yang labil itu sulit, terkecuali dengan anggaran yang harus besar.
Sedangkan di Kabupaten Subang daerah yang cukup luas dengan anggaran cukup kecil ditambah Darah Pantura yang kondisi tanahnya labil maka hanya tinggal adanya ketegasan dari pemerintahan setempat yang harus tegas memelihara dan menjaga kualitas jalan agar tetap terjaga dengan meminta para pengendara truk dibatasi tonasenya,” ucap Besta.(hrn/sir)
Caption foto : Ketua DPRD Narca Sukanda







Komentar