oleh

Petani Desa Sanca Tanam Jagung Hibrida Pola Kemitraan dengan CV Mutiara Bumi dan Bank BJB

-Daerah-293 views

POSKOTA.CO-Situasi dan kondisi pandemi Covid-19 tak menyurutkan CV. Mutiara Bumi yang berpusat di Sragen Jawa Tengah menggenjot produksi komoditas pangan dengan melibatkan Petani Desa Sanca Indramayu, Jawa Barat, Jum’at (02/10/20).

Hal ini diawali dengan dilakukannya penanda tanganan PKS antara para petani dan Bank BJB sebagai bank penyalur KUR dibidang pertanian, kegiatan ini disaksikan langsung oleh oleh Direktur CV. Mutiara Bumi BPetani Desa Sanca Indramayu Tanam Jagung Hibrida dengan pola Kemitraan CV. Mutiara Bumi dan Bank BJB.

Hal ini diawali dengan dilakukannya penanda tanganan PKS antara para petani dan Bank BJB sebagai bank penyalur KUR dibidang pertanian, kegiatan ini disaksikan langsung oleh Direktur CV. Mutiara Bumi Ibu Hesty Yuliastanty, SH dan beberapa kepala KCP BJB, Kuwu Desa Sanca Bapak Wawan dan perwakilan Perum Perhutani.

Penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah satu stimulus bagi petani di masa pandemi Covid-19. Terlebih, penanaman jagung hibrida itu dibiayai stakeholder dan petaninya merupakan binaan CV. Mutiara Bumi Sragen Jawa Tengah.

“Fasilitas KUR tentu memudahkan dan membantu para petani mengembangkan sektor pertanian komoditas tanaman jagung,” kata Ketua LMDH Rimba Jaya desa Sanca kabupaten Indramayu bapak Engkay.

Bagi Engkay, langkah yang dilakukan stakeholder tersebut tentu membantu petani dari sisi finansial. Selain mudah, fasilitas KUR juga dinilai relatif cukup cepat. Sehingga, para petani akan berupaya maksimal untuk mengembangkan hasil pertaniannya.

Pada kesempatan yang sama koordinator wilayah Jawa Barat CV. Mutiara Bumi Bapak Yusuf menyampaikan “Peluang jagung hibrida masih terbuka lebar dan harga jual di tingkat petani pun relatif menguntungkan. Jagung hibrida perlu dikembangkan melalui pola kemitraan dengan perusahaan maupun stakeholder pembiayaan.”

“Kita fokus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para petani agar produksi jagung hibrida terus meningkat,” tandasnya.

Setelah Indramayu kami sedang mengumpulkan data petani di kabupaten Sumedang, Majalengka, Cirebon Subang dan Purwakarta yang merupakan wilayah sambungan dari Indramayu sebagai area perluasan pembinaan kami terhadap petani dengan luasan lahan sekitar 2500 hektar lebih.” Ungkap Yusuf menutup.(hrn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *