oleh

Mustafa Mantan Bupati Lampung Tengah Dituntut Lima Tahun Penjara

POSKOTA.CO – Mustafa Mantan Bupati Lampung Tengah dituntut hukuman lima tahun penjara, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Mustafa dinilai telah terbukti bersalah, dikarenakan telah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi suap menyuap tentang pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR Lampung Tengah secara bersama-sama. Kamis (10/6/2021)

Mustafa dinilai telah melanggar Pasal 12 a Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. Selain dari itu, Mustafa juga melanggar Pasal 12 B Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi

JPU KPK Taufiq Ibnugroho dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang mengatakan “Terdakwa telah terbukti bersalah dikarenakan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Maka dengan ini meminta Majelis Hakim Pengadilan Tanjungkarang menghukum terdakwa Mustafa dengan hukuman lima tahun penjara dikurangi masa tahanan,”ucapnya

Lanjut, Mustafa pun dituntun dengan hukuman denda Rp400 juta oleh JPU KPK, dengan subsider empat bulan kurungan penjara. JPU juga menuntutnya agar Mustafa membayarkan uang pengganti senilai kurang lebih Rp24,6 miliar, dikurangi uang yang telah dikembalikannya.

Apabila uang denda tersebut tidak dapat dibayarkan atau dikembalikan, maka seluruh harta dan bendanya akan disita untuk dilelang. Namun apabila harta bendanya tidak mencukupi untuk menutupi uang yang dituntut, maka diganti dengan hukuman pidana selama dua tahun penjara.

JPU juga memberikan tambahan hukuman, dengan pencabutannya hak politik untuk tidak dipilih sebagai pejabat publik selama empat tahun lamanya, setelah selesai menjalani masa pidana tersebut. Terkait Justice Collabolator (JC) yang diajukan terdakwa, JPU menolak JC yang diajukan dengan alasan terdakwa sebagai pelaku utama.

Lalu ada pun hal-hal yang memberatkan dalam tuntutan ini, terdakwa dinilai tidak mendukung atau mensupport upaya dari program pemerintah dalam memerangi tindak pidana korupsi di negri ini. Selain dari itu , Mustafa juga dinilai sebagai Bupati Lampung Tengah, telah menodai banyak kepercayaan dan amanah dari masyarakat.

Sementara itu hal-hal yang bisa meringankan hukumannya, terdakwa bersifat sopan dalam persidangan. Kemudian terdakwa juga mengaku bahwa ia bersalah, lalu menyadari perbuatannya, dan terakhir telah mengembalikan uang kerugian negara senilai Rp250 juta.

“Mustafa tidak terlihat hanya pengacaranya saja yang hadir di Pengadilan Tinggi Tanjung Karang namun terdakwa tampak hadir secara virtual dari Lapas sukamiskin”.(CW-1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *