oleh

Muslimat NU Hebat, Pelaksanaan Rakernas 2020 Melalap Ragam Aplikasi Media Hybrid

-Daerah-132 views

POSKOTA.CO – Hj. Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan Muslimat NU telah melakukan kegiatan Webinar sesuai dengan 11 bidang garap diantaranya pendidikan, sosial, ekonomi, dakwah, organisasasi, hukum, ketenagakerjaan, kesehatan dan sudah berjalan 55 kali.

Selain itu, tambah ketua Muslimat NU, Jumat(30/10/20), juga meningkatkan layanan yang meliputi Yayasan Himpunan Daiyah dan Pengembangan Majelis Taklim, Yayasan Pendidikan Muslimat NU, Yayayasan Kesehatan Muslimat NU, Yayasan Pendidikan Muslimat NU, Yayayasan Haji Muslimat NU dan Koperasi An Nisa Muslimat NU menyelenggarakan Webinar tidak kurang dari 35 kali.

Artinya apa? Meskipun Muslimat NU adalah terminasi akhir dari proses kaderisasi di lingkungan Nahdlatul ‘Ulama, pengurus dan anggotanya rata-rata diatas usia 40 tahun namun dengan dihadapkannya percepatan perubahan revolusi industri 4.0 para ibu dipaksa belajar memahami dan praktek menggunakan android yang merupakan salah satu sistem operasi atau operating system berbasis mobile utamanya pada telepon pintar (smartphone), tablet ataupun laptop.

Ragam aplikasi mampu peserta praktekkan mulai dari pendaftaran, chek kesehatan, absensi diberbagai sessi, akses terhadap makalah yang disampaikan oleh sejumlah nara sumber, seminar dan pendafataran pembuatan kartamus.

Transformasi digital dilingkungan organisasi Muslimat NU mendapat perhatian Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj bahwa dengan adanya teknologi informasi maka penting mengelola organisasi professional dan open manajemen. Apalagi dimusim pandemic ini yang dibutuhkan adalah ukhwah insaniyah, berjejaring dengan semua elemen bangsa untuk mengatasi musibah global.

Hal ini sangat erat dengan cepatnya informasi sehingga solidaritas juga mudah dibangun, Meski adanya peradaban baru saint dan teknologi masa kini, namun karakter asli sebagai warga NU tidak boleh tercerabut dengan senantiasa meneguhkan diri pada nilai Ahlu Sunna Waljama’ah An Nahdiyyah.

Dalam kehidupan bermasyarakat kita harus bangga menjadi warga NU karena sampai sekarang hanya NU yang masih utuh menjaga good character, budaya, kultur yang tidak pernah terkontaminasi baik aliran kanan maupun aliran kiri, tidak pernah terpengaruh arus budaya barat dan arus budaya Timur tengah artinya NU menjadi kekuatan besar dan kekhasaanya membangun kehidupan bangsa dengan kekuatan aqidah, syari’ah dan akhlaqul karimah. Menggunakan sosial media dengan arif bukan ujaran kebencian (hate speech) apalagi memprovaksi atheism. Disadari memang NU masih ketinggalan diberbagai bidang: ekonomi teknologi, pendidikan, dll maka penting penguatan SDM dilingkungan Muslimat NU.

Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin juga menaruh perhatian atas penyelenggaraan Rakernas Mukernas Muslimat NU 2020 yang mengkombinasikan antara pertemuan tatap muka dan penggunaan daring seperti halnya sambutan beliau yang disampaikan dengan virtual. Lebih lanjut Wapres menyampaikan bahwa Muslimat NU sebagai badan otonom NU dengan kekuatan jutaan jamaah menjadi subyek penentu dalam pembangunan ekonomi ummat.

Tujuan masyarakat bernegara untuk memajukan dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Adapun peningkatan kesejahteraan diukur dari keberhasilan ekonomi suatu negara. Untuk menghasilkan nilai tambah yang tinggi, diperlukan sistem ekonomi yang bisa melibatkan seluruh lapisan masyarakat atau inklusi.

Maka diperlukan pula suatu mekanisme agar masyarakat yang memiliki sumber daya keuangan dapat berpartisipasi di dalam kegiatan ekonomi dan pembangunan. Masyarakat yang membutuhkan sumber daya keuangan pun perlu disediakan akses seluasluasnya. Sebagai negeri dengan mayoritas pendudukan muslim, menurutnya, membutuhkan pilihan piranti ekonomi dan keuangan yang sesuai prinsip yang dianut. Dengan demikian, seluruh masyarakat bisa dilibatkan dalam kegiatan ekonomi dan pembangunan nasional.

Umi Zahrok Anggota Bidang Ekonomi dan Koperasi Pimpinan Pusat Muslimat NU mengapresiasi penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional Muslimat Nahdlatul ‘Ulama dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas ) perangkat layanan Muslimat NU pada musim pandemic Covid-19 secara hibrida meeting di Malang Jawa Timur {28 oktober sd 1 November 2020}. Peserta yang mengikuti Offline sejumlah kurang lebih sejumlah 150 orang, mengikuti Online tidak kurang dari 1500 orang diantaranya Pengurus Cabang Internasional Muslimat NU dari Inggris, Saudi Arabia, Yaman, Inggris, Hongkong, Malaysia,dll.

Situasi yang semula was-was dan akan kesulitan karena masih musim pandemi selama lebih dari 8 bulan telah memaksa anggota Muslimat NU menghadapi pembiasaan baru (new normal) yang ditandai dengan kedekatan teknologi komunikasi dan informasi, luarbiasanya dapat diselesaikan dengan format aplikasi digital (media hybrid )

Ditambahkan Umi Zahrok, Pada sessi dari Bank Indonesia mencanangkan program yang berdekatan dengan media hybrid diantaranya yang memungkinkan bisa kerjasama dengan Muslimat NU adalah kegiatan promosi perdagangan dan pameran UMKM secara virtual melalui pengembangan platform virtual di berbagai daerah, mendorong pemanfaatan QRIS sebagai media pembayaran digital untuk meningkatkan efisiensi transaksi tanpa tatap muka khususnya di tengah pandem, Pelatihan Digital Marketing / On Boarding UMKM, mendorong pemanfaatan media pemasaran online, mulai dari media sosial/aplikasi chat seperti Youtube, FB, WA, dan IG, hingga blog, website, dan platform e-commerce, dll.

Umi Zahrok, Sekretaris INKOPAN Muslimat NU menyadari bahwa tidak mudah merawat dan mengembangkan koperasi yang secara aturan perundang-undangan harus berbadan hukum dan setiap tahun harus Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai forum tertinggi untuk pengambilan keputusan. Selama pandemi covid 19 ini berdampak pada aktivitas tatap muka sehingga penyelenggaraan RAT tertunda disemua tingkatan baik Induk Koperasi An Nisa (INKOPAN), Pusat Koperasi An Nisa (Puskopan) maupun di tingkat kabupaten dinamai Primer Koperasi An Nisa (Primkopan).

Maka ketika pra mukernas INKOPAN mengadakan Webinar dengan tema Meningkatkan Peran Serta Anggota Muslimat NU Dalam Pengembangan Koperasi dan UKM Berbasis IT. Muncul dialog bahwa solusi mengatasi dampak pandemic secara regulasi dan RAT dinyatakan sah dilakukan dengan cara Webinar sebagai respon tuntutan era industry teknologi (4.0) maka Koperasi An Nisa terus berupaya melakukan transformasi digitalisasi untuk tatakelola dan pelayanan anggota koperasi. (sum)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *