oleh

Masyarakat Pokdarwis Bangka Belitung Gelar Aksi Sapu Pantai

-Daerah-146 views

POSKOTA.CO – Masyarakat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Bangka Belitung menggelar aksi menyapu kawasan pantai sebagai sosialisasi protokol kesehatan “CHSE” (Cleanliness, Healt, Savety and Environmental Sustainable) di wilayah Bumi Laskar Pelangi itu.

Aksi dipusatkan di Tanjung Binga, Belitung pada Jumat (11/9/2020) pagi dilaksanakan oleh puluhan warga bersama pejabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Darlan, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar Hari Santosa Sungkari, dan lainnya. CHSE adalah program panduan penerapan protokol di masa adaptasi kebiasaan baru dalam berwisata.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baperekraf, Hari Santosa Sungkari, menjelaskan meski Kepulauan Bangka Belitung termasuk zona hijau dengan mayoritas destinasi wisata alam terbuka, namun penerapan CHSE tetap dinilai penting agar wisatawan tetap aman saat berwisata.

“Meskipun di sini alam terbuka, namun protokol kesehatan berbasis CHSE harus tetap diterapkan, pelaku pariwisata dan wisatawan juga harus tetap mematuhi aturan. Sekarang itu bukan lagi bersih pangkal sehat, tapi bersih pangkal sejahtera,” ujar Hari.

Sejumlah destinasi wisata Kepulauan Bangka Belitung telah dibuka bagi wisatawan, namun menurut Hari jumlahnya tetap harus dikontrol yaitu maksimal 50 persen dari daya tampung seluruhnya. “Tujuannya, agar tetap bisa dilakukan “physical distancing” yang efektif,” lanjut Hari.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan bantuan fasilitas CHSE dan dukungan pengembangan atraksi aksesibilitas, amenitas bagi destinasi wisata di Bangka Belitung yang diserahkan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darlan.

Darlan menjelaskan Kepulauan Bangka Belitung memang termasuk zona hijau COVID-19 namun diharapkan wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Bangka Belitung tetap harus menerapkan protokol kesehatan dengan benar dan disiplin.

“Kami telah membuka destinasi wisata. Tapi kami juga berharap semua harus bersama-sama tertib menerapkan protokol CHSE. Dari sosialisasi CHSE ini kami juga harapkan dapat membantu memasyarakatkan gerakan berwisata aman di tengah masa pandemi,” ujar Darlan.

Lebih lanjut, Darlan menyebut Kepulauan Bangka Belitung adalah destinasi wisata yang memiliki ciri khas yang berbeda dari destinasi wisata lainnya sehingga banyak menjadi favorit wisatawan.

“Pulau Belitung indah, sangat eksotis, pantainya tidak ditemukan di tempat lain. Budayanya punya ciri khas. Bangka Belitung itu juga seperti miniatur NKRI. Jadi kami terdiri dari suku yang berbeda, budaya yang berbeda, bahasa juga berbeda, tapi kita tidak ada gesekan sosial,” ujar Darlan.

Dalam sosialisasi CHSE tersebut turut hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Babel, M. Hendri; STP Bandung, Pudin Saepudin; Direktur Pengembangan Destinasi Regional 1, Oni Yulfian. (tis)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *