oleh

Lama Menghilang,  Kasipem Desa Gunungkarung Terancam Diberhentikan

POSKOTA.CO-Perangkat Desa Gunungkarung Luragung Kabupaten Kuningan Jawa Barat yang bertugas sebagai Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) berinisial R, sudah lebih dua bulan dikabarkan menghilang.  Perangkat desa perempuan ini disebut-sebut tidak pernah nampak lagi, baik dikediaman maupun pada tempat kerjanya.

Hal tersebut ditengarai,  sesudah salah seorang warga menginformasikan peristiwa itu kepada Poskota.co pada Minggu (27/11/2022) di kediamannya.

Menurutnya,  sudah cukup lama R tidak pernah keliatan lagi.”Sejak September sepertinya dia menghilang entah kemana,”ucap warga yang meminta identitasnya tidak disebut itu setengah bertanya.

Dia menyatakan, menghilangnya keberadaan R dipicu karena dugaan persoalan keuangan.

“Perangkat desa ini terinformasi dililit masalah keuangan dengan jumlah cukup mencengangkan hingga terdengar mencapai ratusan juta rupiah,”ujarnya, yang juga diamini salah seorang warga lain kebetulan bersama ditempat.

Ditambahkannya,  menurut sebaran kabar yang beredar,  masalah keuangan yang melilit itu bersumber dari urusan pribadi dengan orang per orang.

“Bahkan santer juga disebut-sebut R ini  berurusan dengan lembaga atau institusi keuangan akibat terjadi kemacetan,”katanya.

Sebagai masyarakat,  dia juga sempat mempertanyakan tindakan kepala desa terhadap yang bersangkutan karena telah lama melalaikan tugas dan tanggungjawabnya.

“Hingga saat ini belum terdengar tindakan tegas kepala desa sebagai seorang pimpinan terhadap kejadian yang dilakukan bawahannya itu,”kritiknya.

Terpisah, Kepala Desa Gunungkarung, Echin Wasdiana saat ditemui Poskota.co membenarkan jika R selaku kasipem sudah lama tidak masuk kerja.

“Menurut data absensi kehadiran,  yang bersangkutan tidak masuk kerja sudah dua bulan lebih,”ujarnya.

Menyikapi hal itu,  pihaknya sudah menempuh langkah normatif sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Kami secara dinas melalui surat sudah beberapa kali memanggil yang bersangkutan,”terang Echin.

Setelah beberapa kali dipanggil R tidak juga menghadap sambungnya,  dia sebagai kepala desa melanjutkan tahapan dengan mengeluarkan surat peringatan (SP).

“Terakhir, beberapa hari lalu kami bahkan telah menyampaikan SP ke-3 bagi kasipem ini,”tegasnya.

Jika telah dikeluarkan SP-3 lanjutnya,  tahapan berikutnya berpotensi dilakukan pemberhentian kepada yang bersangkutan dari jabatan perangkat desa.

“Kami akan mengambil sikap tegas tentunya berlandaskan aturan serta ketentuan yang berlaku,”pungkasnya menandaskan. (Cep/fs).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.