POSKOTA CO – Komunitas Cahaya Hemofili Kepri berharap kerjasama semua pihak dalam pelayanan serta kepedulian terhadap penderita Hemofili di Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.
Demikian diungkapkan Manjit biasa dipanggil Sunil selaku Ketua Komunitas Hemofili Kepri dalam acara memperingati Hari Hemofili Sedunia yang jatuh pada 17 Maret 2022, di Hotel Aston Batam, Sabtu (16/4).
Manjit Sunil mengapresiasi kerjasama yang sudah terjalin dari mulai tingkat Puskesmas serta Dinas Kesehatan yang ada di wilayah Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.
Selanjitnya Sunil juga mengilustrasikan, ibarat Hemofili ini di atas empat kaki meja, Pemerintah, Komunitas, Penyedia Obat dan Rumah Sakit (Dokter).
” Jika salah satu tidak ada, maka akan timpang. Mari kita saling mendukung dan bekerjasama dalam memberi semangat kepada saudara-saudara kita atau anak-anak yang terkena hemofili, ” harap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau.Mohammad Bisri
Mohammad Bisri juga menyinggung Ketua Cahaya Hemofili Batam Manjit Sunil yang terlihat selalu semangat dalam setiap bertemu dengannya.
” Terkadang saya jadi malu pada diri sendiri, melihat semangatnya Pak Manjit Sunil begitu semangat tak terlihat beban,” ungkap Mohammad Bisri.
Kepada POSKOTA CO Muhammad Bisri menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan dukungan kepada wadah atau organisasi Hemofili di Kepri. Dukungan itu, jangan sampai penderita penyakit hemofili tidak dilayani ketika berobat ke puskesmas dan rumah sakit setempat dengan menggunakan BPJS dan Jamkesda.
“Dukungan kepada saudara-saudara kita yang terkena hemofili senantiasa kita lakukan melalui penganggaran melalui Dinas Kesehatan, agar saudara kita bisa terbantu, ” kata Raden Hari Tjahyono sebagai Ketua Pembina Komunitas Cahaya Hemofili Kepri dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepri, (16/4).
Sebagaimana diinformasikan, Hemofili adalah penyakit gangguan pembekuan darah akibat defisiensi (kekurangan) salah satu protein yang sangat dibutuhkan dalam proses pembekuan darah dan terjadi akibat keturunan genetik. Hemofili bukan disebabkan oleh virus atau penyakit menular, kutukan dan lainya, 70 % diturunkan secara genetik. (ferry)







Komentar