oleh

Imron Cotan: Papua Itu Damai Tidak Ada Perang

POSKOTA. CO – Kondisi wilayah Papua sekarang itu sudah damai dan tengah membangun sejumlah infrastruktur agar tidak ketinggalan dengan propinsi lain di Indonesia. Bahkan diyakini bahwa Papua merupakan salah satu wilayah damai.

“Damai itu sudah ada dalam tubuh manusia. Kita semua memiliki bibit ingin Damai dalam diri sendiri dengan orang lain dengan alam sekitar, ” kata Tokoh Pemerhati Papua Dubes Prof. Imron Cotan saat membedah buku ‘Kita Semua Ingin Hidup Damai’ karangan Steve Rick E Mata, anak asli Papua dalam diskusi di secara virtual di Webinar Moya Instute, kemarin.

Dalam konteks Papua tidak ada perangw walaupun dalam kultur Papua ada perang antar suku itu dinamakan perang karena jika dinamakan perang itu melibatkan dua entitas atau dua negara yang bermusuhan.

Kalau di Propinsi Papua jelas bukan perang, imbuh dia, namun low intensity conflict atau konflik intensitas rendah. Karena dalam berbagai kasus sparatis dimanapun saja ditumpas secara militer seperti di Irlandia ditumpas, di Sri Lanka yang memakan banyak korban ditumpas, di Amerika Latin juga dibasmi.
Menurut dia, dalam menangani low intensity conflict atau konflik intensitas rendah di Papua ada tiga hal yang harus ditangani antara lain melalui militer, dengan cara negoisasi atau cara kombinasi keduanya. “Yang jelas Papua bukan integrasi ke Indonesia tapi kalo ke ibu pertiwi setelah dijajah Belanda karena di Belamda tidak ada dokumen yang menyatakan Papua pernah merdeka,” tuturnya.

Bahkan, tambah Prof. Imron Cotan, dari data hasil penelitian di UGM bahwa KKB telah melakukan banyak kekerasan di Papua bahkan sejak April 2021 KKB tercatat melakukan pelanggaran HAM sebanyak 188 kasus, polri 19 dan TNI 13. Belakangan ini kasus yang dilakukan KKB bertambah, seperti menembaki TNI, Polri atau warga sipil.

“Kita harus objektif dalam melihat Papua dan tidak bisa bias. Kita harus akui kesalahan-kesalahan dari KKB, TNI maupun Polri yang lakukan. Perlunya rekonsiliasi dan kebenaran ada dalam UU. Atau dengan cara lain untuk menuju jalan damai yang harus kita pikir bersama. Percayalah semua pemberontakan di Indonesia tidak direstui oleh Tuhan. Kegiatan dialog adalah salah satu pendekatan sebagai solusi jalan menuju damai,” ujarnya.

Sedangkan, John Al. Norotow merupakan mantan anggota OPM, mengatakan apa yang dilakukannya dulu dengan para KKB sangat jauh berbeda. “Keberadaan Papua bagian dari Indonesia sudah final karena diakui oleh PBB, ” tuturnya.

Bahkan pihak-pihak yang mau memerdekakan Papua tidak mampu mencabut resolusi atau keputusan PBB ini. “Tidak punya dan tidak mampu mencabut resolusi itu, karena dipilih dari suara (negara berdaulat) di PBB,” tegasnya. (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *