POSKOTA. CO – Sesuai janji saat kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Depok tahun 2019 lalu akhirnya Pemkot Depok secara resmi meluncurkan Kartu Depok Sejahtera (KDS) untuk warga kurang mampu.
“Alhamdulillah… Pemkot Depok telah resmi meluncurkan KDS untuk warga kurang mampu sesuai janji saat kampanye beberapa waktu lalu, ” ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris didampingi Wakil Wali Kota Imam Budi Hartono usai menyerahkan KDS untuk warga kurang mampu, di Balaikota Depok, Rabu (15/9).
Keberadaan KDS ini diharapkan dapat membantu dan meringankan masyarakat kurang mampu serta mengentaskan kemiskinan khususnya bagi warga yang telah tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Depok maupun masyarakat miskin Kota Depok yang belum tercatat dalam DTKS.
Menurut dia, KDS adalah bentuk perhatian Pemkot Depok pada masyarakat kurang mampu secara ekonomi serta masyarakat yang terdampak Covid-19.
Ada tujuh data penerimaan pelayanan manfaat dari keberadaan KDS antara lain Pelayanan Kesehatan gratis melalui Bantuan Iuran PBI-APBD Depok, bantuan Pendidikan bagi siswa dan Mahasiswa Berprestasi, Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Bantuan Santunan Kematian (Sankem), Bantuan Ketersediaan Pangan, Bantuan Lansia dan Disabilitas, Pelatihan Keterampilan dan Penyaluran Kerja.
Secara bertahap bantuan ke warga tidak mampu akan disalurkan termasuk pendistribusian KDS yang dilakukan dalam dua bentuk yaitu ATM Berbasis Kartu Keluarga (KK), dan ATM individu Bagi siswa didik Kurang mampu dari Jenjang SD-hingga Pendidikan tinggi, katanya.
Penerima bantuan adalah khusus bagi masyarakat kurang mampu, lansia, disabilitas yang masuk dalam DTKS maupun masyarakat miskin yang belum masuk DTKS sesuai peraturan perundang undangan.
Untuk penyaluran tahap pertama ada sekitar 4000 BPJS PBI, 1744 Renovasi Rumah Tidak Layak huni (RTLH), 3000 Bantuan Pangan bagi Lansia dan Disabilitas, 923 Santunan Kematian, 8.770 Bantuan Siswa SD MI, 459 Bantuan Siswa SLB, 6.872 Bantuan Siswa SMP MTS sederajat, 774 Bantuan Siswa SMK Sederajat dan 40 Bantuan Pelatihan keterampilan dan penyaluran kerja.
Pihaknya, imbuh dia, tentunya akan memonitor agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran bagi warga yang benar-benar membutuhkan. (anton/sir)







Komentar