oleh

Bantuan Pangan Non Tunai di Sinjai Bergulir di Polda Sulsel

POSKOTA.CO- Penyaluran Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi selatan, diduga bermasalah.

Program Pemerintah Pusat yang ditujukan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tersebut diindikasikan ada penyelewengan dan dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk meraih keuntungan.

Data yang dihimpun, dari berbagai sumber, program BPNT dilaksanakan sejak 2020 sampai 2021. Bantuan tersebut didroping oleh supliyer yang ada di Kabupaten Sinjai.

Salah satu warga penerima BPNT di Snjai, inisial M mengaku bahwa kami sudah didatangi dari beberapa orang yang mengaku dari Makassar mempertanyakan tentang penerimaan BPNT.

“iya pak, kami sudah ditanya-tanya oleh seorang yang mengaku dari Makassar, pertanyakan masalah penerimaan BPNT,” singkatnya.

Sementara, pelaksana tugas (Plt) Kadis dinas Sosial kabupaten Sinjai, Andi Muh Idnan, mengaku ketikan Penyaluran Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sedang bergulir di Polda Sulawesi selatan.

“Ia memang proses Penyaluran Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sedang bergulir di Polda Sulsel, dan pemilik e-warong dan supliyer sudah diperiksa di Tipikor Polda Sulsel untuk dimintai keterangannya,” katanya. Rabu (1/4/2021).

Ia menambahkan, Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sifatnya berbasis proyek yang dimenangkan oleh salah satu BUMN yakni Bank Mandiri.

“Kami di dinas Sosial kabupaten Sinjai hanya sebagai tim evaluasi penyaluran BPNT, yang memilih e-warong yang sebanyak 80 di setiap desa dan Kelurahan di kabupaten Sinjai adalah Bank Mandir, jadi dana yang digunakan yang jumamlahnya sebanyak Rp 200 ribu perKPM itu Bank Mandiri yang kerja samakan, tinggal Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang membawa kartunya ke e-warong untuk digesek,” terang Andi Idnan.

Kemudian bantuan pangan tersebut berupa beras dengan tiap KPM 10 kilogram dan beberapa jenis makanan tambahannya didistribusikan ke penerima. Diketahui, sebanyak 10.981 warga dari 9 Kecamatan menerima BPNT di kabupaten Sinjai. (Jumardi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *