oleh

Air Bersih Tidak Mengalir, LSM GEBRAK Bawa Keranda Mayat Demo BP Batam

POSKOTA CO – Sering tidak mengalirnya air bersih di sejumlah wilayah di Batam, membuat warga gerah dan berulang melakukan protes aksi demo ke Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Prihatin atas hal tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Bersama Rakyat (GEBRAK) melakukan aksi demo ke kantor BP Batam. Mereka menuntut agar persoalan air bersih ini cepat diselesaikan dan BP Batam tidak melakukan pembiaran. Sebagai bentuk protes keras, LSM Gebrak membawa keranda mayat bertuliskan Rest In Hell SPAM BATAM – PT MOYA, lalu diletakkan persis di depan kantor BP Batam, Kamis (3/8).

Yang menarik dalam aksi demo ini, selain membawa keranda mayat, anggota DPRD Provinsi Kepri dari Partai Hanura Uba Ingan Sigalingging terlihat bergabung dan ikut menyuarakan protes warga Batam.

“LSM Gebrak membawa keranda ke BP Batam sebagai bentuk berkabung atas tidak mengalir atau matinya air bersih di sejumlah wilayah Batam, ” kata Ketua LSM Gebrak Agung Widjaya ke sejumlah media di Kantor BP Batam, wilayah Batam Center-, Kamis (3/8).

Protes tegas Agung juga terlontar mengingatkan seolah ditujukan kepada Ketua BP Batam, mundurlah kalau memang tidak mampu. Persoalan air bersih ini sudah berbulan-bulan di Batam.

“Biar Pemerintah nanti yang menunjuk siapa penggantinya, silahkan mundur kalau memang tak mampu, ini persoalan hajat hidup orang banyak,” tantang Agung.

Dari pantauan di lapangan, tidak terlihat pejabat BP Batam turun menemui para pendemo. Terlihat hanya beberapa pegawai Direktorat Pengamanan (Dirpam) berjaga-jaga depan gerbang sambil memantau aksi demo.

Informasi didapat, semenjak penanganan air bersih berpindah dari PT Adhya Tirta Batam (ATB) ke SPAM Batam dan PT Moya, permasalahan air bersih banyak dikeluh warga Batam. Dari mulai air mengalir kecil, tidak mengalir hingga kualitas air yang buruk.

Ada beberapa wilayah yang menjadi langganan air kecil dan mati seperti, Kecamatan Sagulung, Tanjung Uncang Batu Aji serta beberapa wilayah di Batam Center.

“Bayangin saja, anak saya sampai tak mandi pergi sekolah, harus menampung air hujan baru bisa mandi, mengerikan sekali, ” kata Marbun yang ikut dalam aksi demo.

Diketahui BP Batam selaku perpanjangan tangan Pemerintah Pusat sebagai pelaksana pengelolaan, pengembangan dan pembangunan di Batam, dianggap yang bertanggung jawab atas masalah tidak mengalirnya air bersih ini ke sejumlah wilayah.

“PT Moyakan yang pilih BP Batam, evaluasi kinerjanya, kalau memang tidak mampu berhentikan, jangan sampai masyarakat berpendapat BP Batam ada main dengan PT Moya, da jelas ngak mampu, kok dibiarkan,” kata Dipo anggota aksi demo.

Hingga berita ini diturunkan, aksi demo berjalan dengan lancar, para pendemo terlihat tertib bubar meninggalkan kantor BP Batam. (ferry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *