oleh

Wali Kota Jakpus Segel Bangunan Ruko Lima Lantai Tanpa Izin

POSKOTA.CO – Tindaklanjut keluhan warga  tentang bisingnya suara burung walet di pemukiman Jalan Rajawali Selatan (Rasela) 1 RT 005 RW 02 nomor: 33, Gunung Sahari Utara (GSU), Sawah Besar (Saber), Jakarta Pusat.

Hari ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat bergerak cepat menyegel pembangunan berupa Rumah Toko (Ruko) 5 lantai tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Tidak tanggung-tanggung, Suku Dinas (Sudin) Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Jakarta menyegel dengan sebanyak 4 papan segel berwarna merah, Kamis (17/11/2022).

Dalam penyegelan pembangunan tersebut yang menerjunkan puluhan petugas gabungan terdiri dari petugas Satpol PP, CKTRP, KPKP, Perhubungan, Gulkarmat, Babinsa, Bimaspol, LMK, FKDM, dan RT / RW disaksikan langsung Asisten Pemerintahan (Aspem) Setko Administrasi Jakarta Pusat Denny Ramdhany didampingi Tumbur Purba Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat dan Aji Kumala Kepala Seksi (Kasie) Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Jakarta Pusat beserta unsur terkait. Meski begitu, saat penyegelan berlangsung pemilik bangunan tidak kelihatan batang hidungnya di lokasi.

Kepada Wartawan, Asisten Pemerintahan (Aspen) Setko Administrasi Jakarta Pusat, Denny Ramdhany mengungkapkan, untuk pemilik bangunan agar mematuhi segala aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Sedangkan, untuk petugas CKTRP Jakarta Pusat untuk melakukan pengawasan sejak dini, sehingga tidak timbul pelanggaran yang mengakibatkan kerugian untuk semua pihak.

Kasatpol PP Jakarta Pusat Tumbur Purba menambahkan, tindaklanjut penyegelan dilakukan dari pengaduan warga masyarakat dan rekomendasi teknis (Rekomtek) Sudin CKTRP.

“Bangunan itu tanpa IMB dari lantai 4 sampai 5, infonya digunakan untuk sarang walet,” ungkapnya.

Lanjut dia mengatakan, sebelum dilakukan penyegelan, pemilik bangunan diundang untuk bertemu baik dari Satpol PP, CKTRP, dan lurah GSU, namun tidak kooperatif. “Pemilik bangunan tidak kooperatif ketika diundang tidak datang dan hanya memberikan kuasanya ke Pak Sutarno. Namun, saat kita datang ke lokasi pun Pak Sutarno yang dikuasakan juga tidak hadir,” ujarnya seraya menambahkan, penyegelan sudah dipasang selanjutnya jika tidak hadir dilanjutkan penertiban dengan pembongkaran bangunan tim tenaga ahli bongkar.

Sementara itu, Ketua RT 005 RW 02, GSU, Amung Pamungkas menerangkan, warga masyarakat terganggu dengan suara burung walet. “Berisik kalau memanggil burung. Makanya dikeluhkan warga masyarakat. Selain itu, bangunan itu juga tidak memiliki IMB,” paparnya.

Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 02 GSU, M. Arfai menegaskan, untuk kenyamanan dilingkungan, kepada pemilik bangunan diharapkan jika membangun terlebih dahulu berkoordinasi dengan pengurus RT/RW setempat karena berkaitan dengan lingkungan yang dikeluhkan warga setempat saat pembangunan. “Urus Segera perizinan pembangunan sesuai aturan. Dan petugas CKTRP tidak merem mengawasin bangunan, harus tegas dan jangan sampai sudah mau selesai pembangunan tidak ada izin pula,” tandasnya. (van/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *