oleh

Tempat Tidur RS Rujukan Covid-19 Telah Terisi di Atas 70 Persen

POSKOTA.CO-Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Vovid-19 meminta pemerintah daerah harus segera mengantisipasi tingginya tingkat keterpakaian tempat tidur ruang isolasi dan ICU di rumah sakit (RS) rujukan covid-19. Apalagi, wilayah provinsi di Pulau Jawa dan Bali yang mendominasi urutan teratas keterpakaian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) dengan persentase di atas 70 persen.

Semua pihak diminta untuk bersatu padu guna menekan angka penularan untuk mencegah lumpuhnya sistem kesehatan secara keseluruhan. Apakah itu, tempat tidur di rumah sakit yang sudah terisi penuh atau pun akibat tenaga kesehatan yang sudah kewalahan memberikan pelayanan.

“Semua pihak harus bahu membahu untuk sama sama berupaya memutus mata rantai penularan Covid-19,” kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19. Berdasarkan data Satgas Covid-19, keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 pada 34 provinsi hari ini (Kamis 23/1/2021) didominasi daerah di pulau Jawa.

Dari 7 provinsi teratas dengan angka keterpakaian tempat tidur lebih dari 70 persen, 5 provinsi berada di Pulau Jawa, yakni DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Banten dan Jawa Timur. Untuk provinsi di luar Pulau Jawa yaitu di Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur.

“Ini menunjukkan provinsi-provinsi di Pulau Jawa memiliki kasus aktif yang cukup tinggi. Secara otomatis semakin meningkatkan angka keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan,” ujar Doni Monardo.

Meski selama Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa – Bali tingkat keterisiannya fluktuatif, tetapi daya tampung tempat tidur dan ruang ICU sudah dapat dikatakan kondisi rawan. Diakui ada 2 provinsi di Pulau Jawa-Bali yang menunjukkan perkembangan ke arah yang positif yaitu Jawa Tengah dan Bali karena telah menyentuh angka BOR di bawah 70 persen.

Sedangkan provinsi lain yang tingkat keterisian tempat tidur diangka 50-69 persen adalah Lampung, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur. Provinsi-provinsi ini disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus, dengan melakukan upaya antisipasi semaksimal mungkin.

Update kasus Covid-19 dari 510 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi wilayah Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Jumat 22 Januari 2021 pukul 12.00 Wib. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif virus covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah :

Pasien positif + 13.632 jumlah total 965.283 orang
Pasien sembuh + 8.357 jumlah total 781.147 orang
Pasien meninggal + 250 jumlah total 27.453 orang

Sedangkan update informasi data dari fasilitas kesehatan di 267 kelurahan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Jumat 22 Januari 2021. Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah :

Pasien Positif + 3.792 jumlah total 243.018 orang
Pasien Meninggal + 40 jumlah total 3.940 orang
Pasien sembuh + 2.149 jumlah total 215.719 orang
Pasien dirawat + 817 jumlah total 5.607 orang
Isolasi mandiri + 786 jumlah total 17.752 orang

Doni Monardo meminta semya pihak harus waspada, penambahan kasus terkonfirmasi positif harus menjadi perhatian semua pihak, khususnya pemerintah daerah agar konsisten dan lebih maksimal menerapkan kebijakan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa – Bali. Serta memastikan prokes 3M atau memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dilaksanakan dengan displin yang tinggi serta memaksimalkan tindakan 3T atau testing, treacing dan treatmen.(omi/sir)

 12 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *